Cardinal Art & Culture 2018, Band Etnik Ensamble Technique Banjar Juara III Tingkat Nasional

Penampilan band etnik Ensamble Technique dalam ajang Grand Final Musik Etnik Cardinal Art and Culture 2018, di Citylink Mall, Bandung, Sabtu (17/03/2018). Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Grup musik etnik asal Kota Banjar, Ensamble Technique, kembali meraih prestasi di tingkat nasional. Grup musik bergenre progresif etnik ini berhasil menjadi juara III dalam Grand Final Cardinal Art & Culture di Bandung, yang digelar hari Jum’at-Minggu (16-18/03/2018).

Sebanyak 12 finalis band etnik tampil dalam ajang yang digelar di Citylink Mall, Jalan Peta, Bandung. Selain band etnik, dalam grand final ini pun diikuti oleh 10 finalis grup dance dan 60 finalis dari modeling.

Ke-12 finalis band etnik yang tampil di ajang tahunan ini diantaranya Latinusa (Cilegon, Banten), Idea (Pekanbaru, Riau), Ali Etnik (Lombok, NTB), Lokananta (Kuningan, Jawa Barat), X-One (Kuningan, Jawa Barat), Mylum (Garut, Jawa Barat), Gentra Hikmah (Kota Banjar, perwakilan finalis Jawa Tengah), Litle Harmoni (Banjar Negara, Jawa Tengah), Trilogi (Pati, Jawa Tengah), Donald Duck (Purwodadi, Jawa Tengah), Poku etnik (Probolinggo, Jawa Timur), dan Ensamble Technique (Kota Banjar, Jawa Barat).

Meski masuk juara III, namun band etnik asal SMKN 2 Banjar ini telah membuat bangga warga Kota Banjar. Hal ini karena band etnik yang digawangi Maharani (Vocal), Teja (Guitar), Indra (Bass), Rio (Saron), Dika (Keyboard), Alka (Kendang dan Bangsing), dan Hanafi (Drum & Perkusi), kerap meraih prestasi dalam bidang musik etnik di tingkat provinsi maupun nasional.

Seperti diungkapkan Guntur (36), salah seorang warga Banjar, bahwa dirinya mengaku sangat bersyukur dengan keberhasilan para seniman muda Banjar yang telah sukses dalam bidang seni, khususnya musik etnik.

“Saya bersyukur dan saya bangga kepada para seniman muda Banjar. Semoga ke depan lebih sukses lagi dan terus membawa harum nama Kota Banjar,” ujar Guntur.

Hal serupa dikatakan Kabid. Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar, Oom Supriatna. Menurutnya, potensi-potensi seniman muda di Banjar, khususnya dalam bidang musik etnik sangatlah banyak. Hal ini terlihat saat Disdikbud Kota Banjar menggelar festival musik kolaborasi beberapa minggu lalu.

“Potensi seniman muda di Banjar lumayan cukup banyak, dan ini harus terus dikembangkan. Tak lupa saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ensamble Technique yang telah sukses meraih gelar juara tiga tingkat nasional,” kata Oom, yang ikut langsung menyaksikan grand final musik etnik bersama stafnya di Bandung, Sabtu (17/03/2018).

Pentolan sekaligus sebagai motor Ensamble Technique, Indra Hermansyah, mengatakan, kemenangan meraih juara ketiga dalam ajang Grand Final Cardinal Art and Culture ini berkat kerja keras bersama dan patut disyukuri. Menurutnya, perjuangan anak-anak dalam ajang tersebut sangatlah berat dengan menempuh proses yang sangat hebat.

“Kami bersyukur bisa meraih juara ketiga. Proses kami sudah baik, namun di sisi lain ada proses yang lebih baik dari kami,” katanya.

Atas keberhasilan ini, Indra pun tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak, khususnya warga Kota Banjar yang telah mensuport hingga berhasil meraih prestasi di ajang tingkat nasional.

Sementara itu, salah satu juri dalam ajang Grand Final Musik Etnik Cardinal Art and Culture 2018, Akank Tyo, mengaku dirinya menyukai garapan musik Ensamble Technique dengan genre progresif etniknya. Menurutnya, musik seperti inilah yang dimaksud dalam ajang Cardinal Art & Culture.

“Ini untuk keempat kalinya Ensamble Technique menjadi juara di Grand Final Cardinal Art and Culture sejak tahun 2014. Meski belum pernah meraih juara satu dan selalu juara dua atau tiga, tapi band etnik ini layak diperhitungkan,” kata Tyo, yang juga gitaris band Ska Noin Bullet ini, kepada Koran HR, Minggu (18/03/2018).

Dalam ajang grand final musik kolaborasi etnik tahun ini, Ensamble Technique membawakan dua lagu. Pertama merupakan lagu yang ditentukan oleh panitia, yakni peserta harus menggarap sendiri musik instrumental etnik dengan sentuhan vokal 20 persen, dan untuk lagu kedua membawakan lagu Mobil Butut yang diarasement sendiri.

Pada acara tersebut, tampil sebagai jawara yakni, juara 1 diraih Idea Etnik (Pekanbaru, Riau), juara 2 Ali Etnik (Lombok, NTB), dan juara 3 diraih Ensamble Technique (Kota Banjar, Jawa Barat). (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar