Cuaca Buruk, Pengrajin Bata Merah di Pangandaran Mengeluh

Tobong bata merah milik warga Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kondisi cuaca yang tidak menentu akhir-akhir ini dikeluhkan para pengrajin bata merah di Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandara. Pasalnya, bata merah yang memanfaatkan panas matahari terpaksa terhambat dengan adanya hujan yang akhir-akhir ini turun.

Menurut salah satu pengrajin bata merah, Yanto, bahwa jika pada kondisi normal dirinya mampu menjual bata merah hingga 6000 buah. Namun karena kondisi cuaca kurang bersahabat, hasil produksi pun mengalami penurunan dan penjualan pun terganggu.

“Ya sekarang jadi kurang dari biasanya. Untuk pengeringan bata merah sendiri biasanya 14 hari, tapi tidak untuk saat ini yang mana cuacanya kurang mendukung membuat pengeringan hingga 21 hari,” kata Yanto kepada HR Online, Jum’at (23/03/2018).

Meskipun permintaan bata merah saat ini cenderung menurun, lanjut Yanto, namun dirinya mengaku kewalahan bila permintaan tiba-tiba mengalami kenaikan.

“Harga per seribu bata harganya Rp. 400 ribu. Ini belum dihitung ongkos kirimnya dan tergantung jaraknya. Mudah-mudahan cepat stabil lagi cuacanya. (Ntang/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar