Dampak Banjir, Hasil Panen Padi di Pangandaran Anjlok

Kondisi tanaman padi yang terendam air banjir. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Bencana banjir yang terjadi sejak beberapa waktu lalu di wilayah Kecamatan Kalipucang dan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, terutama di areal pesawahan berdampak buruk bagi para petani. Pasalnya, hasil panen yang didapatkannya anjlok hingga 30 persen.

Seperti yang diungkapkan Supriatna, salah satu warga Kalipucang, dirinya bersama petani lain terpaksa memanen lebih awal tanaman padinya akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Apalagi curah hujan cukup tinggi terus membayang-bayangi petani akan bencana banjir.

“Kalau dibiarkan saja, bulir padi yang sudah menguning nanti akan busuk karena terendam air. Makanya kita panen lebih awal. Apalagi karena banjir ini batang padinya kondisinya sudah lembek hampir membusuk,” terangnya kepada Koran HR, Senin (05/03/2018).

Menurutnya, dari sawah dengan luas seratus bata, dirinya hanya mampu mempertahankan 5,5 hingga 6 kwintal gabah saja, bahkan itu dalam kondisi basah. Padahal, jika kondisinya normal, sawahnya tersebut bisa menghasilkan lebih banyak padi dibanding saat terkena banjir.

“Kalau tidak kebanjiran yang pasti akan maksimal hasil panennya. Kalau seperti ini kita malah rugi. Makanya kita harap perhatiannya agar banjir bisa ditangani,” imbuhnya.

Hal senada juga diungkapkan Ujang Adi, petani lainnya. Ia menyampaikan, bahwa kondisi banjir di Blok Bebedilan maupun di Blok Liposos Kecamatan Padaherang sudah berangsur surut. Akan tetapi, tanaman padi yang sudah ditanam terlanjur terendam air dan membuat para petani khawatir. Pasalnya, padi yang terendam itu akan menghitam dan tampak kotor.

“Kalau di areal sawah di tiga desa, yakni Kedungwuluh, Karangpawitan dan Desa Paledah di Blok Cilalay itu masih terendam banjir, untungnya belum ditanami padi oleh para petani. Apalagi banjir di sawah tiga desa itu cenderung meningkat airnya karena adanya kiriman air dari Sungai Ciseel dan Citanduy,” jelasnya.

Berbeda dengan di areal pesawahan di Desa Pasirgeulis, Kecamatan Padaherang. Panen di wilayah tersebut justru normal seperti biasanya karena jarang terkena banjir.

“Alhamdulillah di sini tidak pernah banjir walaupun diguyur hujan. Jadinya panennya normal-normal saja,” kata Eko, salah satu petani. (Ntang/Koran HR)

KOMENTAR ANDA