Demi Menuntut Ilmu, Puluhan Siswa SD di Ciamis Ini Rela Pertaruhkan Jiwa

Puluhan siswa sekolah dasar dari Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, harus rela menempuh perjalanan menuju sekolahnya melewati sungai. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Menyeberangi sungai menantang maut. Itulah pemandangan yang terjadi di Sungai Ciputerahaji setiap pagi dan siang hari. Puluhan siswa sekolah dasar dari Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, harus rela menempuh perjalanan menuju sekolahnya yang ada di Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari dengan cara menyeberangi sungai dengan menggunakan rakit bambu. Demi untuk menuntut ilmu, mereka pun rela mempertaruhkan keselamatan jiwanya.

“Kami sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini. Karena mau bagaimana lagi jalan satu satunya menuju sekolah yang terdekat hanyalah dengan cara menyeberangi sungai dengan menaiki rakit. Sebab jika tidak mengambil jalan ini, kami harus memutar arah dengan jarak tempuh lebih dari tiga kilometer dan memakan waktu yang cukup lama. Sementara jika lewat sini hanya butuh waktu sekitar 10 hingga 15 menit,” kata para pelajar.

Kepala Desa Sindangrasa, Juen Budiana, ketika ditemui Koran HR, Senin (12/03/2018), membenarkan, anak sekolah dasar yang berasal dari wilayahnya sudah sejak lama menggunakan jalur rakit untuk pergi dan pulang sekolah.

“Pemandangan seperti ini sudah terjadi sejak lama, dimana puluhan anak-anak yang ada di Rancabungur, Dusun Pasiripis selalu menggunakan rakit untuk menuju sekolahnya yang ada di desa seberang. Mereka lebih memilih  mengambil jalan yang ekstrim ini agar lebih cepat sampai ke sekolah. Selain anak-anak sekolah, jalur rakit ini adalah jalur alternatif warga untuk pergi berkebun maupun aktifitas lainnya,” kata Juen.

Juen mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Namun bagaimana lagi, pihaknya tidak mempunyai anggaran untuk membangun jembatan penghubung. Sedangkan usulan pembangunan jembatan yang disampaikan kepada pemerintah daerah belum juga direalisasi.

Ditemui tepisah, Kepala Desa Sukasari, Kusmana, berharap, semestinya Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis menanggapi kondisi itu dengan merealisasikan pembangunan jembatan penghubung.

“Ini memang jadi PR besar bagi kami. Tapi faktor pendukung dari pemerintah pun harus bisa menunjang agar kondisi seperti saat ini bisa segera teratasi. Itu dia masalahnya, usulan yang kami sampaikan kepada pemerintah belum juga direalisasikan,” katanya. (Suherman/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar