Dugaan Trafficking, Polres Ciamis Periksa Nin dan Ya dalam Kasus Cabul Oknum Guru

Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Polres Ciamis akan segera memeriksa dua orang guru SMP Negeri 1 Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berinisial Nin (42) dan Ya (49). Langkah itu sebagai pengembangan untuk mengungkap apakah terdapat indikasi penjualan manusia (human trafficking) dalam kasus pencabulan dengan tersangka oknum guru berinsial Abd alias Abe (50), yang sebelumnya diduga menyetubuhi murid perempuannya berinisial R (15). Tersangka dalam kasus inipun tidak tertutup kemungkinan akan bertambah.

“Kami masih mendalami terkait adanya dugaan orang lain yang turut serta atau membantu pelaku. Dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, memang ada peran orang lain saat mempertemukan pelaku dengan korban. Makanya kami akan segera memeriksa ibu guru berinisial Nin dan guru berinisial Ya,” ujar Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Hendra Virmanto, saat memberikan keterangan pers, di Mapolres Ciamis, Sabtu (17/03/2018).

Hendra menambahkan, dari keterangan korban dan saksi, memang terdapat peran guru berinsial Nin dalam mempertemukan korban dengan pelaku. Salah satunya, ketika pelaku meminta guru berinisial Nin untuk menjemput korban dari rumahnya. Saat datang ke rumah korban, guru Nin meminta ijin kepada orangtua korban agar anaknya menginap di rumahnya. “Ibu guru Nin ini mengaku dia sudah menjalani kiret dan butuh orang untuk membantu merawatnya. Karena alasan itu, orangtua korban akhirnya mengijinkan,” katanya.

Padahal, kata Hendra, setelah guru Nin berhasil membawa korban dari rumahnya dengan menggunakan sepeda motor, bukannya pergi ke rumah guru Nin, tetapi di perjalanan korban malah diturunkan dan masuk ke sebuah mobil. “Mobil itu milik tersangka Abd. Ternyata korban sudah ditunggu oleh sopirnya tersangka Abd. Setelah itu korban dibawa pergi dan tersangka Abd menunggu di suatu tempat. Setelah bertemu dengan tersangka Abd, kemudian mereka berdua pergi dengan menggunakan mobil,” ujarnya.

Namun begitu, lanjut Hendra, masih terdapat perbedaan pengakuan antara korban dan pelaku saat keduanya berada di rumah guru Nin. Korban mengaku bahwa saat di rumah guru Nin disetubuhi oleh pelaku. Sementara pelaku mengelak dan hanya mengakui berhubungan badan dengan korban saat berada di Pangandaran.

“Keterangan berbeda ini akan kami dalami dengan meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan bagaimana kejadian sebenarnya saat pelaku dengan korban berada di rumah guru Nin,” ujarnya.

Sementara pemeriksaan terhadap guru berinisial Ya, lanjut Hendra, menyusul dari adanya pengakuan pelaku yang menyatakan pernah mentransfer uang ke rekening guru Ya. Transfer uang itu, berdasarkan pengakuan pelaku, berkaitan dengan permintaan pelaku yang ingin difasilitasi bertemu dengan korban. “Nanti kami akan buktikan dengan membuka rekening bank saudara Ya. Apakah benar ada transfer uang dari pelaku. Termasuk akan mendalami tujuan pelaku mentransfer uang ke rekening saudara Ya,” katanya.

Ketika ditanya ada kemungkinan akan bertambah tersangka baru dalam kasus ini, Hendra mengatakan, tergantung dari hasil pengembangan kasus ini. Apabila ditemukan fakta dan bukti adanya keterlibatan orang lain dalam membantu pelaku melakukan tindak pidana, kata dia, dipastikan akan ada tersangka baru.” Tunggu saja hasil pengembangan dari penyelidikan kasus ini,” ujarnya. (DSW/R2/HR-Online)

Berita Terkait           

Sebelum ‘Begituan’, Oknum Guru Cabul di Ciamis Ajak Dulu Muridnya Nonton Film Porno

Oknum Guru Cabul di Ciamis Mengelak Pernah Setubuhi Muridnya

Dugaan Trafficking pada Kasus Cabul Oknum Guru di Ciamis Karena Ada ‘Mak Comblang’

Usai Cabuli Siswinya, Oknum Guru SMP di Ciamis Berikan Uang Rp. 800 Ribu, Begini Ceritanya

KOMENTAR ANDA

Komentar