Dusun Randegan 2 di Banjar Dijadikan Kampung “Buricak Burinong”

Ketua RW 08, Rasdi (56), saat melakukan pengecatan di sebuah dinding rumah yang ada di lingkungannya. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, tepatnya di Dusun Randegan 2, RW. 08, akan dibuat semarak dan penuh warna-warni oleh warganya. Kesemarakan tersebut bukanlah hiburan hura-hura, namun warga akan mengecat rumah dan seluruh objek yang ada di lingkungan tersebut dengan penuh warna. Warga setempat menyebutnya sebagai kampung ‘Buricak burinong’ yang artinya menyala dengan penuh keindahan.

Rumah-rumah warga yang berada di lingkungan RW 08 ini dicat dengan warna mencolok pada tembok atau dinding rumah, pagar, jalanan, tiang jemuran, pos kamling yang bervariasi. Selain dicat, juga dilukis dengan berbagai macam gambar sehingga memiliki nilai seni yang tinggi dan menjadi lebih indah dipandang mata.

Yatini (39), salah seorang warga setempat, mengatakan, ide ini keluar dari insiatif Ketua RW-nya yang ingin lingkungannya bersih, indah, dan berbeda dengan lingkungan lainnya. Kemudian ide tersebut disambut baik oleh warganya.

“Ini ide Pak RW, lalu disambut warga hingga akhirnya kami pun dengan senang hati mengerjakan pengecatan, dari mulai tembok rumah, pos kamling, pagar, dan jalan dengan berbagai variasi warna,” kata Yatini, kepada Koran HR, Senin (06/03/2018).

Lingkungan RW 08 terus bersolek menampakkan sisi keeksotikannya. Pengecatan yang dimulai sejak pertengahan Februari 2018 itu, kini tinggal mengecat jalan dan atap rumah warga. Meski pengecetan keseluruhan belum selesai, namun bangunan sudah tampak terlihat indah.

“Sebagian besar tembok rumah warga sudah warna-warni, dan dibagian beberapa tembok diberi sentuhan lukisan unik, sehingga kampung pun tampak lebih indah dan membuat warga betah,” kata Friska (36), warga setempat.

Muhtar (60), warga lainnya, mengatakan, dalam pengecatan ini, sentuhan seni perlu ditambahkan. Hal itu untuk menambah sisi kreatif sehingga selain indah, juga membuat sebuah objek terasa lebih hidup.

“Untuk menambah nilai seni, saya sengaja menggambar berbagai jenis binatang atau gambar-gambar lainnya, seperti bunga. Jadi selain indah, suasana pun menjadi hidup,” tuturnya.

Muhtar menambahkan, sebuah seni adalah menjadi tawaran tersendiri untuk pemerintah. Sejauh ini, beberapa gambar seni hanya tampak di beberapa rumah warga yang berada di bagian depan saja.

Sementara itu, Ketua RW 08, Rasdi (56), mengatakan, aksi pengecatan ini adalah ide semua warga RW 08. Pembelian cat pun bukan menggunakan anggaran dari pemerintah, melainkan murni dari anggaran swadaya warga RW 08.

Rasdi mengungkapkan, dirinya ingin seni menjadi hal yang diutamakan dalam pembentukan sebuah kampung warna-warni, sehingga dalam hal ini akan terlihat eksotis dan menarik.

“Kalau semua lingkungan diberi gambar seni, maka secara otomatis akan menjadi bagus dan mempunyai nilai seni yang tinggi,” imbuhnya.

Meski masih dalam pengerjaan, namun sudah banyak warga yang datang ke lingkungan RW 08, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar ini untuk sekedar melihat atau bahkan foto-foto.

“Bagus dan sangat kreatif, saya pun akan mencoba seperti ini di kampung saya,” ujar Suwandi (50), warga Dayeuh Luhur, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, saat datang ke lingkungan tersebut. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar