Fenomena Alam, Telur “Beranak” Telur

 

Foto : Ist/ Net

Berita Sains, (harapanrakyat.com),-

Fenomena alam, telur beranak telur ini terjadi di sebuah peternakan bernama “Stockman’s Egg” di Queensland Australia. Telur berukuran tiga kali lipat ukuran telur ayam biasa dengan berat 176 gram itu awal mula ditemukan karyawan peternakan.

Scott Stockman, owner dari Stockman’s Egg, dikutip dari NewsWeek, Kamis (08/03/2018), menuturkan, kasus telur ayam dengan ukuran tiga kali lipat seperti itu sangat jarang ditemukan. Apalagi terdapat telur ayam utuh dalam telur besar tersebut.

Temuan fenomena alam itupun membuat sejumlah pakar heran. Diantaranya seperti Profesor Preventive Veterinary Microbiology University of Copenhagen, Anders Miki Bojesen dan Kepala Operasi Badan Amal untuk Ayam Petelur di British Hen Welfare Trust, Inggris, Gaynor Davies.

Menurut Gaynor Davis, selama sembilan tahun menggeluti dunia peternakan ayam, telur berukuran super besar seperti itu sangat jarang ditemukan.  

Spesialis Unggas Eropa, Stephen A. Lister, menjelaskan, ayam memiliki satu ovarium fungsional untuk membuat kuning telur sempurna, posisinya di sebelah kiri. Kuning telur selanjutnya bergerak dari ovarium ke dalam saluran telur.

“Disinilah putih telur dihasilkan. Akhirnya putih dan kuning telur masuk ke dalam kelenjar tempat kulit atau cangkang terbentuk. Perjalanan pembentukan telur ini didukung oleh serangkaian kontraksi otot, seperti gelombang yang dikenal dengan gerakan peristaltik,” katanya.

Terkait kasus langka pembentukan telur ganda, Stephen menduga hal itu terjadi pada saat proses peristaltik. Kemungkinan ayam mengalami cegukan, sehingga otot-ototnya kejang dan memutar telur yang sudah terbentuk bergerak mundur kembali ke saluran cangkang.

“Saluran cangkang mengenalinya sebagai kuning telur, kemudian mulai menumpahkan lebih banyak putih telur dan selaput cangkang baru, dan akhirnya benar-benar membungkus telur tadi,” katanya.

Pendapat lain disampaikan Davis. Menurut dia, telur yang sebelumnya sudah terbentuk sempurna tertahan lama di saluran cangkang dan membuat proses pembentukan cangkang terjadi lagi dengan ukuran yang lebih besar.

“Saat telur selanjutnya dilepaskan, ini akan membuat kontraksi yang mendorong telur sebelumnya kembali ke saluran telur. Dua telur itu kemudian bergerak kembali ke kelenjar cangkang dan akhirnya membungkus keduanya, menciptakan telur super besar,” kata Davies.

Proses tersebut, Davis menambahkan, dikenal sebagai counter-peristalsis kontraksi. Menurut dia, umumnya kasus tersebut terjadi pada ayam tua. (Deni/R4/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar