Hati-hati! Keseringan Main Sosmed Bisa Picu Depresi & Stres

Photo: Ilustrasi

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-

Seiring dengan perkembangan teknologi, rata-rata orang punya akun media sosial, bahkan bisa lebih dari satu akun dan semuanya aktif. Harus diakui bahwa perkembangan teknologi dan gaya hidup memang telah berubah pesat. Selain membawa dampak positif, perkembangan media sosial juga membawa efek negatif, terutama pada kesehatan mental.

Dilansir Vemale.com, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan para ilmuwan bulan November 2017 menunjukkan bahwa, terlalu sering menghabiskan waktu dengan bermain di media sosial bisa meningkatkan tingkat stres serta memicu depresi.

Tentu saja dalam kehidupan ini banyak hal yang bisa memicu stres. Namun, lain halnya dengan perilaku orang masa kini, karena banyak orang “mengubur” dirinya sendiri dengan menatap layar gadget.

Awalnya mungkin orang akan mendapat kebahagiaan ketika bermain di media sosial. Saat seseorang memberikan komentar atau ‘like’ maka otak akan melepaskan dopamin, lantaran tubuh merasa senang.

Karena, semakin banyak interaksi dari teman-teman di dunia maya akan semakin baik. Tetapi lama-lama perilaku itu bisa berubah jadi mengancam. Sebab, ketika tidak lagi mendapatkan ‘like’ atau komentar positif dari teman di medsos, maka orang akan merasa ‘haus’ feedback dari teman-temannya tersebut.

Adanya dorongan untuk merasa dikenal, diakui, serta dipandang baik merupakan awal dari keserakahan yang ingin didapatkan oleh banyak orang di dunia maya. Karena seseorang bisa terkenal di medsos lantaran berbagai hal. Tapi tak semuanya hal itu benar.

Sangat disayangkan dengan banyaknya orang yang percaya akan kehidupan orang-orang terkenal di medsos. Namun, pada akhirnya orang akan merasa kasihan pada dirinya sendiri lantaran iri tidak punya kehidupan seperti yang diharapkan. Faktanya, banyak orang yang sengaja berbohong dan berhutang hanya gara-gara ingin terkenal di medsos.

Jadi, itulah sebabnya mengapa banyak orang mengalami stres dan depresi bila terlalu sering menghabiskan waktu di media sosial. Padahal akan lebih baik bila mengurangi waktu browsing, dan menjalani kehidupan yang nyata, dibandingkan mengubur diri dalam kehidupan dunia maya.

Perilaku untuk tidak memegang smartphone selama 24 jam akan mampu memberi pengaruh banyak terhadap kehidupan seseorang. (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar