Hati-hati! Perangkat CCTV Rentan Dibobol Hacker

Ilustrasi. Foto : net/ist

Berita Teknologi, (harapanrakyat.com),- Tak dipungkiri bahwa kamera pengawas atau CCTV sangat membantu keamanan di kantor ataupun rumah. Tidak sedikit pula kasus pencurian atau kejahatan lainnya bisa diketahui pelakunya setelah melihat rekaman CCTV.

Namun dibalik sisi positifnya ada sisi negatifnya. Baru-baru ini, perusahaan keamanan siber dan antivirus, Kaspersky Lab, menemukan celah keamanan pada CCTV. Dari hasil penelitian, celah keamanan dari CCTV dimungkinkan dapat diserang oleh hacker yang bisa mengakses rekaman CCTV dari jarak jauh.

Vladimir Dashchenko, Head of Vulnerabilities Research Group di Kaspersky Lab ICS CERT mengatakan, ada anggapan yang keliru dari pelanggan dan produsen CCTV tentang kemanan dari perangkat IoT.

Anggapan mereka, bahwa apabila pengguna memasang perangkat di dalam jaringan serta mengisolasinya dari internet yang lebih luas dengan dukungan dari router, berarti sudah menangani sebagian besar persoalan keamanan.

“Akan tetapi menurut hasil penelitian kami, memperlihatkan bahwa ini mungkin tidak benar-benar terjadi sama sekali. Mengingat bahwa CCTV yang kami teliti cuma dapat melakukan komunikasi dengan dunia luar lewat layanan cloud, yang juga benar-benar rentan,” ungkap Vladimir Dashchenko seperti dikutip dari JawaPos.com.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti dari Kaspersky Lab menemukan hasil yang sungguh mengejutkan. Diketahui bahwa tak hanya satu, akan tetapi semua lini kamera CCTBV dari produsen tertentu rentan terhadap beberapa serangan jarak jauh yang merusak.  

Penyebabnya adalah sistem cloud-backbone yang dibuat atau didesain tanpa memikirkan keamanannya. Pasalnya, sistem tersebut awalnya memang secara sengaja didesain agar pemilik CCTV dapat mengaksesnya dari jarak jauh. Namun, yang sangat disayangkan adalah malah sistem menjadi rentan dengan dimanfaatkan oleh para penjahat siber untuk menyerang perangkat kamera CCTV. Dan tentu sangat merugikan pemilik kamera pengawas.   

Para siber ini umumnya mengakses root ke kamera dari jarak jauh serta memanfaatkanya sebagai pintu masuk untuk menyerang alat lain pada jaringan lokal serta eksternal. Kemudian dari jarak jauh mereka bisa mengunggah serta mengeluarkan kode berbahaya pada kamera, selain itu juga mencuri data pribadi seperti informasi akun sosial media pemilik CCTV yang dimanfaatkan untuk mengirim notifikasi kepada pemilik. (Adi/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA