Jadi “Sabuk Hijau” Bendungan Leuwikeris, TPA Handapherang Ciamis Ditutup

Akibat terdampak pembangunan Bendungan Leuwikeris, TPA Handapherang di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, resmi ditutup 6 Maret 2018 kemarin. Photo: Heri Herdianto/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Kabupaten Ciamis, mengusulkan penggantian lahan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) Handapherang seluas 7,8 hektare, di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kepada Balai Besar Wilayah Sungai Citanduy (BBWSC).

Usulan tersebut diajukan pasca ditutupnya TPA Handapherang pada hari Selasa (06/03/2018), akibat terdampak pembangunan Bendungan Leuwikeris.

Penjabat Bupati Ciamis, Deddi Mulyadi, mengatakan, harus ada ganti rugi dari BBWSC, tapi bukan untuk penggantian TPA, melainkan tanahnya. Karena kewenangan ada di Pemkab Ciamis.

“Proyek pembangunan Bendungan Leuwikeris sendiri berada di wilayah Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya. Proyek yang menghabiskan 1,9 triliun rupiah itu memakan lahan seluas kurang lebih 241 hektare, dan direncanakan selesai pada tahun 2021,” terang Deddi.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ciamis, Oman Rohman, mengatakan, jumlah nilai ganti rugi akan disamakan dengan nilai penggantian tanah masyarakat yang juga sama-sama terdampak pembangunan Bendungan Leuwikeris.

“Rencananya tempat pembuangan sampah akan dipindahkan ke TPA Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjaranyar. Kini lahan TPA Handapherang sedang disurvei oleh pihak BBWS Citanduy. Dari luas lahan TPA Handapherang sekitar 7,8 hektare, hanya 5 hektare yang dibebaskan, dan sisanya masih dimiliki oleh Pemkab Ciamis,” jelas Oman.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan Persampahan dan Pertamanan Kabupaten Ciamis, Bayu Rahmana, menambahkan, sejak resmi ditutup, tidak ada lagi aktifitas pembuangan sampah ke TPA Handapherang. Pembuangan sampah sudah dialihkan ke TPA Sindangrasa, di Kecamatan Banjaranyar.

“Luas total kawasan TPA Handapherang mencapai 9 hektare. Namun, yang baru dimanfaatkan untuk pembuangan sampah dan fasilitas lainnya baru sekitar 3 hektare. Sekarang sudah ditutup karena lokasi tersebut menjadi “sabuk hijau” Bendungan Leuwikeris,” kata Bayu. (Her2/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar