Jalan di Wilayah Kota Ciamis Rusak, Pemerintah Diminta Tegur Pemilik Gudang Bata Putih

Jalan hotmix di wilayah perkotaan, tepatnya di Lingkungan Kalapajajar, Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis yang rusak. Foto: Eli Suherli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Jalan hotmix di wilayah perkotaan, tepatnya di Lingkungan Kalapajajar, Kelurahan Ciamis, Kabupaten Ciamis kembali rusak. Kerusakan tersebut diduga terjadi lantaran lalu lalang kendaraan besar dengan muatan melebihi kapasitas jalan. 

Ketua Forum Pemuda Ciamis, Eka Muntaha, ketika ditemui Koran HR, Selasa (20/03/2018), menyayangkan keluar masuknya kendaraan dengan tonase lebih dari sepuluh ton yang merusak jalan di wilayah perkotaan Ciamis.

“Hampir tiap hari kendaraan berat mengangkut bata putih masuk jalan tersebut. Karena di lokasi itu ada dua gudang penyimpaan bahan banguna milik PD Rizki Jaya. Sekali angkut, kendaraan berat itu dipastikan melebihi tonase kapasitas jalan,” ungkapnya.

Menurut Eka, bila kejadian ini dibiarkan terus menerus dipastikan beberapa bulan kedepan jalan tesebut akan mengalami kerusakan parah. Sekarang saja, sudah terlihat jelas kerusakan yang diakibatkan lalu lalang kendaraan berat tersebut.

Eka menilai, kendaraan besar yang masuk ke wilayah kota Ciamis luput dari pengawasan Dinas Perhubungan (Dishub). Begitupun keberadaan gudang juga luput dari pengawasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

“Dishub sepertinya tidak peduli dengan kondisi tersebut. artinya kendaraan dengan tonase lebih dari 10 ton dapat bebas lalu lalang di jalan perkotaan yang kapasita tonasenya hanya lima ton,” katanya. 

Pada kesempatan itu, Eka meminta Dishub menindak tegas kendaraan bermuatan berat yang lalu lalang ke jalur perkotaan. Selain itu, Eka juga meminta Disperindag dan Satpol PP Ciamis menanyakan status gudang PD Rizki Jaya.

Di tempat terpisah, Kasi Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Ciamis, Aris, ketika dikonfirmasi Koran HR, Selasa (20/03/2018), mengatakan, status jalan penghubung Lingkungan Kalapajajar tersebut merupakan jalan Kabupaten Ciamis dan masuk dalam kawasan perkotaan.

“Jalan itu kapasitasnya hanya lima ton dan tidak untuk kendaraan berat melebihi tonase lima ton. Jika ada kendaraan lewat jalur itu seharusnya tidak boleh karena dapat merusak jalan,” katanya.

Menurut Aris, selain akan mengupayakan perbaikan jalan, pihaknya juga berharap pemilik gudang ikut bertanggungjawab tehadap kerusakan yang diakibatkan lalu lalang kendaraan pengangkut bata putih yang masuk gudang di wilayah tersebut. (Es/Koran HR)

KOMENTAR ANDA