Lima Tren Teknologi Tantangan Perusahaan di Era Digital

 

Ilustrasi. Foto : Ist/ Net.

Berita Bisnis, (harapanrakyat.com),-

Direktur Teknologi PT. Accenture Indonesia, Indra Permana, menyebutkan bahwa penerapan teknologi serta kecerdasan buatan (AI) sekarang ini semakin berkembang pesat. Penerapan teknologi dan AI dilakukan di berbagai macam bidang, termasuk dalam dunia bisnis.

Seperti dilansir dari Kompas.com, Indra menjelaskan, perkembangan teknologi saat ini memberikan peluang bagi perusahaan membuat produk dan jasa, serta mengubah cara konsumen menjalankan kehidupan pibadi dan cara mereka bekerja.

Perkembangan teknologi juga mengubah cara berinteraksi antara perusahaan dengan mitra bisnis serta konsumen. Untuk membangun kemitraan dan sukses di era ekonomi digital, Indra menyarankan perusahaan menghadapi lima tren teknologi yang terjadi sekarang ini.    

#1. Citizen AI (artificial inteligence)

Perusahaan bisa menerapkan pemakaian AI untuk keperluan bisnis dan interaksi dengan mitra atau konsumen. Perkembangan AI seiring dan sejalan dengan tingkat manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

#2. Extended Reality

Teknologi virtual dan augmented reality sekarang sudah mengubah cara kerja dan cara hidup dalam masyarakat. Hal itu diperkuat dengan hilangnya jarak antara perusahaan dengan pelanggan, informasi dan pengalaman.

#3. Data Veracity

Untuk menghadapi tantangan bisnis, perusahaan harus mampu menerapkan gaya kepemimpinan dua arah. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir ruang untuk manipulasi data dan memaksimalkan keakuratan data.

#4. Frictionless Business

Perusahaan juga harus mulai merancang ulang usahanya agar tidak ketinggalan jaman di era ekonomi digital. Jadilah perusahaan yang cerdas dengan mengembangkan kemitraan untuk menunjang pertumbuhan bisnis.

# 5. Internet of Thinking

Ciptakan sistem distribusi pengetahuan menyeluruh dan wujudkan lingkungan pintar dalam kehidupan sehari-hari perusahaan. Modernisasi infrastruktur teknologi perusahaan dibutuhkan untuk menunjang peningkatan keterampilan dan kualitas tenaga kerja. (Deni/R4/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar