Miliki Potensi Wisata Kebun Blimbing Madu, Waringinsari Banjar Kembangkan Kampung Agropolitan

Plt. Walikota Banjar, H. Darmadji Prawirasetia, saat melihat buah blimbing madu yang dipamerkan dalam kegiatan verifikasi data awal program P2WKSS di Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com)

Melalui program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) tahun 2018, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, merencanakan untuk membangun dan mengembangkan kampung agropolitan di RT.06 dan RT.07, RW.02, Dusun Sukanegara.

Hal itu terungkap saat Ketua Tim Penggerak PKK Desa Waringinsari, Inaroh, melakukan ekspos di hadapan tim verifikasi P2WKSS Provinsi Jawa Barat, bertempat di Aula Desa Waringinsari, Senin (12/03/2018).

“Dengan penyelenggaraan program P2WKSS di desa kami ini, kami punya keinginan untuk mengembangkan kampung agropolitan berupa wisata kebun belimbing madu dan jambu biji merah, sebagaimana potensi pertanian warga di sini untuk dikembangkan,” terangnya.

Dirinya mengaku sangat bangga, karena salah satu kawasan di desanya dipilih menjadi lokasi P2WKSS. Dengan begitu, maka berbagai aspek kehidupan warganya yang dinilai masih tertinggal bisa lebih ditingkatkan.

Menurut Inaroh, apa yang menjadi rencana Pemerintah Desa Waringinsarii, salah satunya ingin memiliki kampung agropolitan dapat terwujud. Setidaknya kebutuhan biaya untuk mewujudkan kampung agropilitan dapat terakomodir dalam program P2WKSS.

Sementara itu, Kepala Desa Waringinsari, Misbahudin, saat ditemui usai mengikuti kegiatan verifikasi data awal P2WKSS, mengatakan, sekarang ini belimbing madu dan jambu biji merah menjadi buah unggulan di desanya, dan akan terus dikembangkan.

“Kebun buah warga ini sebelumnya sudah sering dikunjungi oleh instansi terkait. Maka tak berlebihan upaya mengembangkan potensi agropolitan menjadi program berkelanjutan dalam pembangunan di desa kami,” katanya.

Dalam program P2WKSS ini, selain kebun warga, pihaknya juga telah membuat atau menyiapkan konsep penempatan area wisata agropolitan di lahan tanah milik desa yang akan dibiayai secara bertahap melalui anggaran dana transfer desa.

“Semoga kampung agropolitan yang kita canangkan sebagai wisata kebuh buah di desa kami dapat terwujud, dan terus berkembang. Lewat P2WKSS ini, bisa lebih memantapkan apa yang sudah kami rencanakan,” harap Misbahudin.

Pada kegiatan verifikasi data awal P2WKSS itu, tim verifikasi dari Provinsi Jabar meninjau langsung ke lokasi kebun belimbing madu dan jambu biji merah yang akan dijadikan kegiatan penyelenggaraan P2WKSS. Sejumlah pajabat OPD dan para undangan yang hadir pun ramai-ramai membeli buah tersebut, tak terkecuali tim verifikasi dari Provinsi Jabar. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar