Pasca Penyaluran, Dinsos Kota Banjar Monitoring Peserta PKH

Kepala Dinas Sosial P3A, Asep Tatang Iskandar, didampingi Kasi Perlindungan Sosial, Hani Supartini, monitoring peserta PKH dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Harjamukti, Desa Karyamukti, Kec. Pataruman, Rabu (14/03/2018). Foto : Nanang supendi/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pasca terealisasi Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I tahun 2018, Dinas Sosial P3A Kota Banjar monitoring peserta PKH dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Harjamukti, Dusun Sukaharja, RT.05/06, Desa Karyamukti, Kec. Pataruman, Rabu (14/03/2018).

Monitoring yang dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial P3A, Asep Tatang Iskandar, didampingi Kasi Perlindungan Sosial, Hani Supartini, beserta para pendamping PKH itu, selain memberikan arahan juga sekaligus meninjau langsung usaha peserta berupa kebun KWT.

“Pertemuan ini bentuk monitoring untuk mengetahui hasil realisasi penyaluran PKH yang sudah diterima sekitar 25 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dari ibu-ibu yang tergabung dalam KWT di lingkungan ini. Tentunya pula ingin tahu usaha kebun KWT yang dimilikinya,” kata Asep Tatang, kepada HR Online di sela-sela acara.

Yang jelas, imbuhnya, adanya peserta PKH punya usaha kebun KWT ini menandakan semakin berdaya, dan terpenting pula menginjak di tahun ke empat menerima bantuan agar termanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga memiliki dampak positif dalam menunjan pendidikan dan kesehatan keluarga.

Kasi Perlindungan Sosial, Hani Supartini menambahkan, monitoring dilaksanakan untuk mengetahui fakta di lapangan, serta mengarahkan peserta memiliki kemandirian ekonomi yaitu seperti peserta PKH di dusun ini dengan KWT-nya.

“Peserta PKH itu kan salah satunya harus juga dibina menjadi kelompok usaha. Setidaknya dengan KWT ini dalam kelompok PKH yang dibina berbarengan merupakan sinergitas pendampingan dibawah naungan antar instansi yang berbeda,” ucapnya.

Sementara Korkot Pendamping PKH, Rahmat, menyatakan kesiapannya memberikan fasilitasi, dan terus mendorong para penerima bantuan PKH untuk berdaya dalam peningkatan ekonomi, sebab bagaimana pun semuanya ada potensi.

Menurutnya, dengan adanya kelompok usaha yang dimiliki peserta PKH ini, dapat menjadi inspirasi bagi peserta lain. “Serta tentunya pula, ibu-ibu di sini harus menularkan kemampuan atau ilmu usahanya ke sesama peserta PKH yang lain,” harapnya. (Nanks/R5/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar