Pembangunan Embung Dinanti Warga Paledah Pangandaran

Kepala Desa Paledah saat menunjukkan master plan pembangunan embung di wilayahnya. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat merupakan salah satu desa yang memiliki lahan sawah cukup luas sekitar 425 hektar. Bahkan, Desa Paledah merupakan bagian dari lumbung padi yang ada di Kecamatan Padaherang.

Kendati areal sawahnya luas, namun disayangkan kondisi banjir yang selalu menerjang wilayah tersebut membuat para petani hampir berputus asa dan mengeluh. Sebab, setengah dari luas sawah yang ada sudah menjadi langganan banjir saat hujan turun, bahkan banjir tersebut berlangsung selama beberapa bulan.

Sano, Kepala Desa Paledah, mengatakan, pihaknya sering mendapatkan laporan perihal keluhan dari masyarakatnya terkait penanganan banjir. Namun, upaya yang sudah dilakukan dengan berkomunikasi dengan pemerintah pun dilakukan agar perekonomian masyarakat tidak terganggu.

“Karena ini langganan banjir, kita sampaikan untuk dibuatkan embung yang mana nantinya bermanfaat penanggulangan banjir, juga sebagai tempat wisata kuliner serta dimanfaatkan untuk budidaya ikan. Dengan ini secara tidak langsung bisa memperbaiki perekonomian masyarakat dan pertanian pun bisa normal,” kata Sano kepada Koran HR, Senin (19/03/2018).

Soal pembuatan embung tersebut, kata Sano, nantinya air yang ada di dalamnya itu akan disedot atau dibuang ke Sungai Ciseel yang memang tidak jauh dari lokasi embung. Adapun persiapan yang sudah dilakukan dari desa, adalah lahan seluas 13 hektar.

Menurutnya, usulan dibangunnya embung tersebut sudah dilakukan survey oleh tim ahli dari pusat sekitar tahun 2017 lalu, bahkan master plannya sudah keluar. Karena itu, lanjut Sano, pihak desa kembali mempertanyakan kembali ke BBWS Citanduy dan akan menyerahkan ke Dinas PU Pangandaran.

Sementara itu, Wagino, Ketua BPD Desa Paledah, menyebutkan, bahwa rencana pembangunan embung tersebut sudah disosialisasikan ke masyarakat dan responnya pun positif.

“Sudah disadari bersama bahwa dengan pembangunan embung tersebut bakal meminimalisir dampak banjir yang memang saat ini sering terjadi di sini. Maka dari itu, masyarakat harap di tahun 2018 ini pembangunan embung bisa dilaksanakan,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Odik Sodikin, salah satu warga Paledah. Ia berharap melalui pembangunan embung yang mana nantinya juga akan dimanfaatkan tempat wisata buatan baru itu bisa berdampakm positif. Apalagi dengan adanya berbagai fasilitas untuk pengunjung tentunya akan semakin membantu warga sekitar.

“Mudah-mudahan saja di tahun ini bisa dilaksanakan pembangunannya. Sebab, kita yakin sebagaimana master plannya akan membawa kebaikan bagi masyarakat, khususnya di bidang ekonominya,” ujaranya. (Ntang/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar