Pemerintah Diminta Pastikan Perbaiki Jalan Rancah-Rajadesa Ciamis

Jalan Rancah-Rajadesa Kabupaten Ciamis yang mengalmi keretakan dan amblas. Foto: Heri/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Warga Kecamatan Rancah meminta kepastian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Ciamis terkait perbaikan akses jalan menuju Kecamatan Rajadesa yang mengalami keretakan dan amblas beberapa waktu lalu.

Dadi  (63), warga Kiarapayung, ketika ditemui Koran HR, Minggu (04/03/2018), membenarkan insiden amblasnya jalan penghubung Rancah dan Rajadesa. Menurut dia, insiden itu terjadi menyusul tingginya intensitas hujan belakangan ini. 

“Jalan utama Rancah ke Rajadesa amblas, tepatnya di perbatasan Desa Kirapayung dengan Desa Wangunsari. Akibatnya akses tersebut tidak bisa digunakan kendaraan besar. Sekarang kondisinya terancam amblas dan longsor. Apalagi sebagian badan jalan sudah terlihat retak dan terjadi patahan setinggi setengah meter,” katanya.

Dadi menjelaskan, panjang retakan tanah pada badan jalan tersebut mencapai puluhan meter. Sedangkan patahan terjadi di dua titik di sepanjang jalan tersebut. Dia memprediksi kondisi itu mengancam terputusnya akses jalan penghubung dua kecamatan itu.

Menurut Dadi, sebelumnya sudah ada upaya dari pemerintah, yakni sebatas penimbunan dengan material batu dan aspal. Sayangnya, patahan dan retakan tanah di bagian badan jalan masih saja terjadi.

Untuk sementara ini, kata Dadi, sebagai bentuk antisipasi terjadinya kecelakaan, masyarakat bersama pemuda secara bergiliran melakukan penjagaan di lokasi tersebut. Tujuannya agar pengendara mengetahui kondisi jalan yang akan dilalui.

Teja (23), warga Cileungsir, ketika ditemui Koran HR, Minggu (04/03/2018), menuturkan, akibat hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut, tanah jalan penghubung dua kecamatan itu mengalami pergerakan.

Menurut Teja, akses jalan yang mengalami retakan dan patahan itu merupakan jalur utama bagi warga kedua kecamatan. Sebab, akses itu juga merupakan jalur angkutan umum yang biasa digunakan warga.

“Kalau sudah begini, masyarakat hanya bisa menunggu kebijakan dari yang di atas (pemerintah),” ungkapnya. (Heri/Koran HR)

KOMENTAR ANDA