Pemkab Ciamis Masih Fokus Garap Program Infrastruktur

Pjs Bupati Ciamis, Ir. Deddi Mulyadi bersama Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana, pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Ciamis tahun 2019, di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Ciamis. Foto: Subagja Hamara/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Ciamis tahun 2019 akan diarahkan untuk mencapai visi Kabupaten Ciamis sebagaimana diamanatkan dalam RPJMD tahun 2014-2019, yaitu “Ciamis Maju Berkualitas Menuju Kemandirian Tahun 2019”. Tahun 2019 yang merupakan tahun terakhir RPJMD Kabupaten Ciamis masih merupakan tahun infrastruktur.

Hal itu dikatakan Pjs Bupati Ciamis, Ir. Deddi Mulyadi, saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Ciamis tahun 2019, di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Ciamis, Selasa (06/03/2018).

“Sehingga titik berat rencana pembangunan akan diarahkan untuk peningkatan kualitas infrastruktur sebagai penunjang perekonomian masyarakat, selain peningkatan daya saing sumber daya manusia. Sejalan dengan hal itu, maka tema pembangunan untuk tahun 2019 adalah “Optimalisasi Pembangunan Infrastruktur dan Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Tahun 2019”,” katanya.

Deddi menjelaskan, beberapa skala prioritas telah direncanakan sebagai upaya pencapaian indikator makro pembangunan, sustainable development goals, prioritas pembangunan pemerintah provinsi jawa barat, penyelesaian masalah riil yang ada di masyarakat, penanggulangan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan hidup.

Deddi menegaskan, terdapat beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian bersama, diantaranya program kegiatan prioritas yang telah dirumuskan, diharapkan dapat menjadi komitmen bersama dalam menjawab permasalahan pembangunan yang dihadapi. Selain itu, lanjut dia, perencanaan yang disusun agar lebih mengoptimalkan pencapaian target akhir RPJMD yang telah ditetapkan.

“Kemampuan keuangan daerah yang sangat terbatas mengharuskan kita untuk melakukan inovasi dan kreativitas dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah melalui ekstensifikasi dan intentsifikasi potensi pendapatan daerah serta berupaya mencari sumber pendanaan baik yang berasal dari APBD provinsi, APBN maupun sumber dana lainnya,” terangnya.

Implementasi program dan kegiatan dalam belanja daerah pun, kata dia, harus diupayakan agar lebih efektif dan efisien. Dia meminta kepada seluruh komponen masyarakat Ciamis agar berpartisipasi dalam menciptakan iklim yang kondusif guna mencapai target pembangunan.

Setelah pelaksanaan musrenbang ini, sesuai dengan tahapan dalam peraturan yang ada, akan disusun rancangan akhir RKPD tahun 2019 yang kemudian ditetapkan menjadi peraturan bupati. Proses selanjutnya adalah penyusunan kebijakan umum anggaran (KUA) serta prioritas dan plafon anggaran sementara (PPAS) yang merupakan bahan dalam penyusunan RAPBD tahun 2019,” katanya.

Deddi pun berharap hasil Musrenbang Kabupaten Ciamis tahun 2018 ini, dapat menjadi rencana program, kegiatan prioritas dan strategis untuk dilaksanakan, sehingga pada gilirannya mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Ciamis.

Deddi juga mengatakan, sampai dengan tahun 2017, pembangunan Kabupaten Ciamis telah banyak mengalami kemajuan di berbagai bidang. Walaupun diakuinya masih terdapat persoalan–persoalan pembangunan daerah yang masih perlu mendapat perhatian.

Menurut Deddi, indeks pembangunan manusia (IPM) pada tahun 2017 dengan metode perhitungan baru mencapai 69,29 poin, atau mengalami peningkatan sebesar 0,89 poin dibandingkan tahun 2016 yang mencapai 68,40 poin. Peningkatan IPM tersebut merupakan akumulasi dari hasil pembangunan berbagai bidang.

Diantaranya, kata Deddi, bidang pembangunan, bidang pendidikan yang fokus terhadap upaya peningkatan rata-rata lama sekolah dan angka harapan lama sekolah. Sedangkan di bidang kesehatan fokus terhadap peningkatan angka harapan hidup yang telah dilakukan melalui berbagai kegiatan, antara lain pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan seperti pengadaan alat-alat kesehatan, ambulance, peningkatan status puskesmas menjadi DTP, perbaikan Pustu dan peningkatan sarana prasarana RSUD Ciamis.

“Pembangunan bidang ekonomi fokus terhadap upaya peningkatan daya beli, diantaranya melalui revitalisasi sarana dan prasarana perekonomian, penggalian potensi sumber daya serta pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur jalan, jembatan, irigasi dan lain-lain,” ujarnya.

Deddi menerangkan, laju pertumbuhan ekonomi (LPE) pada tahun 2017 mencapai 5,05%. Hal ini, menurutnya tidak lepas dari pertumbuhan sektor pertanian sebagai kontributor terbesar PDRB Kabupaten Ciamis. “Program dan kegiatan yang telah  dilaksanakan antara lain pembangunan sarana dan prasarana pertanian, seperti perbaikan irigasi, Jitut Jides, perbaikan sumber air baku, pengadaan benih, pupuk, alat dan mesin pertanian, intesifikasi dan ekstensifikasi lahan pertanian dan lain-lain,” terangnya.

Deddi mengatakan, persentase penduduk miskin pada tahun 2017 mencapai 8,20%, atau menurun sebesar 0,22% dibandingkan tahun 2016 sebesar 8,42%. Upaya yang telah dilakukan antara lain dengan meningkatkan peran Layanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan Daerah (LTPKD) sebagai upaya akselerasi program dan kegiatan penanggulangan kemiskinan melalui peluncuran program kartu Waluya, Walagri dan Calakan.

“Pada tahun 2017 telah direalisasikan anggaran sebesar Rp. 24,219 milyar yang dialokasikan untuk penanggulangan siswa drop out (DO) dan rawan DO, jaminan kesehatan masyarakat, subsidi rastra dan bantuan stimulan untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu),” ujarnya.

Sementara kemantapan jalan kabupaten pada tahun 2017, lanjut Deddi, mencapai 68,72% atau mengalami peningkatan dibandingkan dengan kondisi tahun 2016 yang hanya mencapai 66,78%. Hal itu, kata dia, didukung melalui alokasi anggaran untuk infrastruktur jalan dan jembatan yang memadai hinga kini sudah memberikan hasil nyata. “Dari tahun 2015 sampai dengan 2017, Ciamis sudah mampu memnbangun jalan hotmix sepanjang 208,49 kilometer serta jalan lapen dan rigid sepanjang 159,56 km,” pungkasnya. (Bgj/Koran HR)

KOMENTAR ANDA