Pergerakan Tanah di Payungagung Ciamis, 56 KK Terancam

 

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sebanyak 56 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Pameukaran, Desa Payungagung, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terancam, menyusul terjadinya pergerakan tanah di wilayah tersebut.

“Di Desa kami ini yang terancam dan terdampar ada sekitar 56 KK. Tidak hanya itu, Jalan Desa pun mengalami keretakan, yang sangat kami khawatirkan, keretakan jalan Desa ini semakin membesar dan mengancam terputusnya jalan Desa,” kata Kepala Desa Payungagung, Ohing Solihin, kepada HR Online, Sabtu (03/03/2018).

Menurutnya, kejadian pergerakan tanah tersebut terjadi kesekian kalinya sejak tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian dari Badan Geologi, yang menyatakan bahwa tanah yang ditempati oleh warga di Dusun Pameukaran tersebut, sudah sangat berbahaya dan tidak layak untuk ditempati.

“Nah dari hasil itu, khususnya warga masyarakat yang berada di sekitar tanah tersebut, siap untuk pindah ke tempat yang paling aman. Namun yang menjadi kendala saat ini, masalah pembelian tanah baru bagaimana cara dan mekanisme yang harus ditempuh,” ujarnya.

Ohing menuturkan, terkait masalah ini, beberapa waktu lalu pernah ada pertemuan antara Pemerintah Daerah dengan warga setempat. Pemerintah menginginkan adanya relokasi warga dari tempat berbahaya tersebut, dan sekarang ini seluruh warga siap untuk direlokasi ke tempat aman.  

“Tetapi, sampai saat ini belum ada tindakan untuk segera merelokasi warga ke tempat yang lebih aman. Dulu pernah ada peninjauan dari sejumlah pejabat ke daerah tersebut. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan atau perintah apapun, terutama terkait keselamatan warga kami,” tuturnya.

Jadi terkait hal tersebut, kata Ohing, belum ada realisasinya sampai detik ini. Akhirnya warga kembali mengisi rumah asal, dikarenakan warga yang terancam jiwanya tersebut tidak mempunyai tempat lagi. Ada sebagian warga yang telah mempunyai tempat lain sudah berangsur pindah ke tempat yang lebih aman.

“Pergerakan tanah ini terjadi ketika cuaca hujan dengan intensitas tinggi. Namun, ketika musim kemarau tiba keretakan tanah ini pun tidak terjadi. Kami mengharapkan, ada kepedulian lebih dari Pemerintah Daerah terutama dalam hal relokasi rumah warga. Sehingga seluruh warga yang terdampak maupun yang terancam, bisa hidup lebih aman dan tidak terancam oleh bencana lainnya,” harapnya. (Tan/R4/HR-Online)

KOMENTAR ANDA