(Pilgub Jabar) Kunjungi Sale Sukasenang, Demiz Puji Makanan Olahan Khas Ciamis

Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, saat mengunjungi tempat produksi Sale Sukasenang atau makanan olahan khas Ciamis di Desa Cijeungjing, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4, Deddy Mizwar, melakukan kunjungan pada jadwal kampanye Pilgub Jabar, di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (28/03/2018). Dalam kesempatan itu, Demiz—sapaan akrab Deddy Mizwar— mengunjungi tempat produksi Sale Sukasenang atau makanan olahan khas Ciamis di Desa Cijeungjing, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis.

“Sudah saya cobain semua makanannya, terutama sale dan kriping pisang yang menjadi produk andalan di sini. Enak. Makanan khas Jawa Barat dari Ciamis ini perlu dikembangkan. Tak hanya dipasarkan di Indonesia saja, tetapi diekspor ke luar negeri pun makanan ini Insyaallah bisa bersaing,” ujar Demiz usai mencicipi makanan olahan produk Sukasenang.

Demiz mengatakan, daerah-daerah di Jawa Barat kaya akan berbagai komoditi bahan baku, terutama untuk olahan makanan. Dengan ketersedian bahan baku yang memadai, menurutnya, merupakan sebuah peluang untuk mengembangkan sebuah produk olahan makanan menjadi usaha yang menjanjikan dari segi ekonomi. Namun, kata dia, dalam mengembangkan produk usaha menengah di Jawa Barat, terutama usaha makanan, perlu disinergikan dengan konsep industri hilir.

“Seperti di daerah Ciamis ini banyak pohon pisang. Kemudian diolah menjadi makanan keripik atau sale. Nah, agar produk makanan ini tidak cepat busuk, makanannya dijamin higenis dan kemasannya bagus, tentunya perlu pengolahan lagi pada industri hilir. Dengan begitu, produk makanan dari usaha menengah ini bisa bersaing di pasaran,” ujarnya.

Demiz mengungkapkan, produk olahan makanan dari usaha kecil menengah, sebenarnya memiliki peluang untuk diekspor ke luar negeri. Asalkan, kata dia, dari sisi ketersedian bahan baku harus memadai serta dari mulai pengolahan, cita rasa, kehigienisan dan pengemasannya harus baik dan berstandar produk ekspor.

“Program untuk UKM di Pemprov Jabar sudah ada. Pelatihan wirausaha baru juga sudah berjalan. Namun, ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan lagi, terutama dari segi outcomenya,” jelas Wakil Gubernur Jabar nonaktif ini. (Her2/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA