Program GSP Jelang Puasa & Lebaran, Bulog Sub Divre Ciamis Jual Sembako di Bawah Harga Pasar

Ilustrasi operasi pasar. Foto: Dokumen HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Perum Bulog Sub Divre Ciamis rencananya akan menjual harga bahan pokok di bawah harga pasar. Rencana tersebut dilakukan untuk mengantisipasi bergejolaknya harga bahan pokok saat Bulan Rajab sampai dengan menjelang Idul Fitri tahun 2018.

Waka Bulog Sub Divre Ciamis, Firman, ketika ditemui Koran HR, Selasa (20/03/2018), membenarkan upaya antisipasi lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok selama kurun waktu tersebut.

”Bahan kebutuhan yang kami siapkan, antara lain minyak goreng, daging beku, bawang merah, gula pasir, bawang putih dan juga beras. Bahan kebutuhan itu kami jual di bawah harga pasar untuk menekan kenaikan harga yang berlangsung saat ini,” ujarnya.

Firman menegaskan, hari ini pihaknya menggelar rapat kordinasi untuk mempersiapkan realisasi program Bulog, yakni Gerakan Stabilitas Pangan (GSP). Diakui Firman, biasanya menjelang Bulan Rajab sampai dengan hari Raya Idul Fitri harga-harga bahan pokok selalu melambung tinggi seiring meningkatnya permintaan pasar.

“Semua kebutuhan bahan pokok tersebut bisa didapatkan masyarakat melalui mitra Bulog, yaitu Rumah Pangan Kita (RPK) yang ada di setiap daerah,” katanya.

Menurut Firman, GSP berbeda dengan pasar murah. Dengan kata lain, patokan GSP merujuk pada harga distributor daerah. Sedangkan pasar murah yaitu menjual bahan pokok dengan harga murah yang disubsidi pemerintah.

“Kami berharap GSP dapat memberikan akses yang mudah bagi masyarakat terhadap komoditas yang murah. Dengan demikian, menjelang Ramadan nanti, pasokan dan harga komoditas pangan akan lebih stabil. Sebab, harga yang ditawarkan di bawah harga pasar tetapi dengan kualitas yang sama,” ujarnya. 

Untuk itu, Firman mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan yang ada dengan sebaik-baiknya guna meminimalisir tindakan spekulan seiring dengan naiknya permintaan pangan menjelang bulan puasa atau lebaran.

Firman juga beharap, GSP mampu menekan permintaan pangan di pasar secara akumulasi. Oleh sebab itu, melalui sinergitas yang telah terbangun dengan pihak terkait, para pedagang juga diharapkan dapat mendukung dan menjaga kestabilan harga, terutama pada harga-harga bahan pokok.

Adapun harga-harga bahan pokok yang patokan GSP, antaralain, daging beku Rp. 80 ribu perkilogram, beras pandan wangi Rp. 60.000 perlima kilogram, beras premium Rp. 11.000 perkilogram dengan isi 25 kilogram, gula pasir Rp. 12.500 perkilogram, minyak goreng Rp. 12.000 perpouch, terigu pita merah Rp. 7600 perkilogram, bawang putih Rp. 17.000 perkilogram, gula pasir curah Rp. 625.000 perkarung, beras premium 1 Rp. 62.500 perpak dengan isi 5 kilogram. (Heri/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar