Promosi Pariwisata Pangandaran Perlu Ditingkatkan

BPPD Jabar dan Kadin Kabupaten Pangandaran saat menemui Wakil Bupati Pangandaran, H. Adang Hadari beberapa waktu lalu. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Badan Promosi Parawisata Daerah (BPPD) Jabar beberapa waktu lalu melakukan kunjungan dan silaturahmi ke Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran. Dalam kunjungannya itu, BPPD mendorong pariwisata di Jawa Barat untuk meningkatkan kualitas serta kuantitasnya.

Dari data yang dihimpun Koran HR, Pemprov Jabar menargetkan jumlah kunjungan wisatawan di tahun 2018 mencapai angka 50 juta kunjungan dengan persentase mencapai 96 persen atau 49.750.000 kunjungan. Dari jumlah tersebut, dibagi di antaranya 48 juta kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan 4 persen lainnya meruapakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau dengan jumlah sekitar 1.750.000 kunjungan.

BPPD Jawa Barat, Cecep Rukmana, mengatakan, dirinya sangat mendukung penuh pembuatan wisata buatan yang ada di Jawa Barat, termasuk di Pangandaran guna menopang wisata yang sudah ada.

“Kami akan dorong (Kawasan Pariwisata Buatan), seperti Batu Lumpang maupun Bulak Setra. Apalagi ini ada tempat wisata belanja terpadu yang dikolaborasikan dengan destinasi wisata. Tentunya ini sangat baik dan sangat bisa untuk mendatangkan wisatawan,” kata Cecep Rukmana.

Cecep mengatakan, strategi yang digunakan saat ini yang melibatkan semua pihak, seperti dari swasta, akademisi, Kompepar, ATTAP Pangandaran serta elemen lainnya sudah sesuai. Namun, ia menakankan untuk meningkatkan di bidang promosinya.

Melalui penyelenggaran berbagai event, seni dan kebudayaan, diakuinya sangat bagus dan menarik. Akan tetapi yang sangat disayangkan dalam hal publikasi dan promosi yang perlu dimaksimalkan lagi.

“Kita menekankan inovasi dan visi besar dalam pengembangan pariwisata di Jawa Barat, Pengembangan pariwisata added value-nya harus bisa dipastikan kembali atau bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Urusan pengembangan pariwisata harus menjadi prioritas,” imbuhnya lagi.

Cecep Rukmana mencontohkan, Kabupaten Pangandaran telah berhasil melakukan terobosan, sehingga dunia wisata di sana bisa memberikan penambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan.  Selain itu, penyelenggaraan sebuah acara, event seni, budaya dan yang lainnya, kata Cecep, harus terkoordinasi dengan baik agar bisa berlangsung dengan gebyar.

“Dengan semacam ini dampaknya tidak hanya pada kesukseskan penyelenggaraan, tapi juga pada transaksi perekonomian yang berdampak pada ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Pangandaran, Teddy Sonjaya, menambahkan, untuk menarik wisatawan selain infrastruktur dan fasilitas yang memang harus memadai, juga gedung petunjukan atau gedung kesenian yang representatif juga perlu dimiliki sebuah daerah. Tak hanya itu, ia juga harap berbagai kegiatan, baik seni, budaya, layang-layang, pacuan kuda, serta kegiatan lainnya yang berpotensi menarik wisatawan perlu dimasukkan ke dalam kalender event. Hal ini agar memudahkan memberikan informasi kepada masyarakat melalui sebuah media.

“Saya berharap kabupaten Pangandaran bisa memiliki event berkelas dunia kalau mau mendapatkan velue dari berbagai sektor wisata. Gedung kesenian itu penting sebagai tempat pertunjukan serta tempat kegiatan lain yang bisa menarik wisatawan,” pungkas Tedi Sonjaya. (Mad/Koran HR)

KOMENTAR ANDA