Rawan Kecelakaan & Perbuatan Negatif, Warga Keluhkan PJU Jl. Raya Banjar-Langensari Padam

Sejumlah fasilitas Penerang Jalan Umum (PJU) yang terpasang di jalan penghubung Banjar-Langensari, sudah lama padam. Foto: Muhafid/HR

Lokasi PJU di Jalan Raya Banjar-Langensari di Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar yang tertutup rindahnya pepohonan di sekitar jalan. Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Sudah cukup lama keberadaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berdiri di sepanjang Jalan Raya Banjar-Langensari, tepatnya di Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, padam. Dampaknya, pada malam hari di lokasi tersebut seperti halnya di kuburan.

Dari informasi yang dihimpun Koran HR, padamnya lampu di jalur yang cukup ramai lalu lintas itu memang sering terjadi, apalagi pasca turunnya hujan. Padahal, lokasi tersebut selalu ramai dilewati warga, terutama saat ini memasuki panen yang mana sebagian warga memanen padi pada malam hari.

Parman, salah seorang warga setempat, mengatakan, kondisi matinya lampu di lokasi yang sering digunakan untuk swafoto maupun istirahat para petani itu selain menjadi gelap, juga kerap dimanfaatkan para remaja untuk berpacaran atau mabuk-mabukan.

“Ini sangat membahayakan sekali, apalagi bisa mengancam pengendara yang melintas lokasi ini. Dulu juga pernah ada yang tewas di sini menabrak pohon. Apalagi sekarang kan masuk musim panen, biasanya ada yang memanen malam hari, takutnya kan ada hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Parman, kepada Koran HR, Selasa (27/02/2018).

Hal senada juga diungkapkan Saeful Anam, warga Rejasari. Menurutnya, keberadaan PJU di lokasi tersebut memang serba membingungkan. Pasalnya, dalam kondisi hidup kerap digunakan remaja pada malam hari untuk balapan liar, meski tidak setiap hari. Jika lampunya padam, malah digunakan hal-hal negatif, seperti mesum maupun mabuk-mabukan.

“Kalau seperti ini kan jadi kurang nyaman bagi warga setempat maupun pengguna jalan. Serba bingung harusnya bagaimana,” katanya.

Kendati posisi keberadaan lampu PJU di lokasi tersebut menurutnya membingungkan lantaran oknum yang menyalahgunakannya, namun dirinya berharap selain PJU dihidupkan kembali dengan cara diperbaiki oleh dinas terkait, juga kekompakan semua pihak untuk menjaga keamanan dan kenyaman di lokasi tersebut perlu ditingkatkan.

“Ini bukan hanya tugas Kepolisian saja soal kemanan, soal penerangan kan sudah ada dinasnya, masyarakat juga sangat berperan penting guna menjaga kondusifitas di lokasi ini. Minimalnya, ketika ada remaja atau siapapun yang mencurigakan hal-hal negativ dengan bukti yang ada, tentu harus disikapi bersama-sama,” tandas Saeful. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA