Saat Evakuasi Pohon Tumbang, Petugas BPBD Banjar Diteror Makhluk Halus

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Ada hal mistis saat melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa rumah warga di wilayah Kecamatan Langensari, Kota Banjar, pasca bencana angin puting beliung beberapa waktu lalu. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, mengaku diteror makhluk halus.

Peristiwa tersebut terjadi pada saat evakuasi pohon tumbang di Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari, Kamis (15/03/2018) malam lalu, tepatnya malam Jum’at kliwon, sekitar pukul 23.30 WIB.

Andri, salah seorang petugas BPBD menuturkan, pada waktu itu dirinya bersama tim akan mengevakuasi sebuah pohon besar yang menimpa sebuah rumah milik warga. Namun, sebelum melakukan evakuasi, dia mengaku dikejar makhluk halus. Andri pun bersama rekan lainnya lari tunggang-langgang karena katakutan.

“Memang benar, ada sosok perempuan berambut panjang, mungkin itu kuntilanak dan saya melihatnya dengan jelas. Kalau menceritakan kembali saya suka merinding. Akibat peristiwa itu saya langsung sakit dan tak masuk kerja beberapa hari,” ungkap Andri, kepada Koran HR, Senin (26/03/2018).

Endin, petugas BPBD lainnya, membenarkan, bahwa kejadian mistis seperti ini memang kerap terjadi jika tengah melakukan evakuasi, atau pada saat ada bencana alam. Khsusunya evakuasi yang dilakukan malam hari. Namun, hal itu sudah dianggapnya biasa.

“Memang benar, ketika itu saya satu tim dengan Andri. Saya pun kaget tiba-tiba Andri lari dan berteriak meninggalkan lokasi, lalu saya tanya dan Andri pun mengaku kalau dirinya dikejar kuntilanak,” ujar Endin, sambil tertawa.

Peristiwa tersebut juga dibenarkan oleh Kasi. Kesiap-siagaan BPBD Kota Banjar, Asep Setiadi. Menurutnya, kejadian itu memang nyata dan pernah dialami salah seorang anggotanya, yakni Andri, saat melakukan evakuasi malam hari di wilayah Dusun Sampih, Desa Rejasari, Kecamatan Langensari.

“Ini hanya kearifan lokal saja, di mana kita harus saling menghargai. Apalagi kita melakukan evakuasinya hampir tengah malam. Kejadian itu memang terjadi, dan kami sering mengalaminya. Namun menurut saya, hal ini tidak perlu dibesar-besarkan,” ujar Asep, Selasa (27/03/2018).

Menanggapi hal itu, pimpinan Pondok Pesantren Al Barokah, Ustad Dadang, menjelaskan, bahwa penampakan makhluk halus jenis kuntilanak sudah bukan hal yang aneh. Menurutnya, hal itu sering terjadi karena keberadaan makhluk ghaib memang benar adanya.

Dia menyebutkan, kuntilanak adalah jelmaan jin Umi Sibyan yang bisa saja sesekali menampakan diri. Apalagi kalau di lingkungan sekitar ada yang habis melahirkan. Selain itu, makhluk tersebut senang berada di pepohonan rindang atau tempat-tempat lembab lainnya.

“Dia sengaja menakut-nakuti manusia supaya kita celaka akibat rasa takut itu, atau mungkin tak sedikit manusia yang bersekutu dengannya,” terang Ustad Dadang, saat ditemui Koran HR di pondoknya, Selasa (27/03/2018).

Ia pun menghimbau kepada warga supaya jangan panik jika kebetulan bertemu dengan penampakan makhluk ghaib yang menyerupai kuntilanak. Satu hal menurut Ustad, bahwa kuntilanak takut oleh suara adzan dan iqomah.

“Kita sebagai umat Islam jangan panik dan takut dengan yang namanya makhluk halus jenis kuntilanak, dan kita pun jangan sekali-kali bersekutu sebab itu musrik hukumnya. Kita hanya  percaya kepada hal yang ghoib, tapi bukan untuk bersekutu. Sebab, dia adalah jin golongan iblis yang sudah barang tentu musuh kita,” tandasnya. (Hermanto/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar