Tim Verifikasi P2WKSS Jabar Tinjau Kampung Agropolitan di Banjar

Tim verifikasi P2WKSS Provinsi Jawa Barat saat melakukan verifikasi data awal program P2WKSS di Dusun Sukanagara, Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Tim verifikasi P2WKSS Provinsi Jawa Barat, mengapresiasi keinginan dan harapan Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, untuk membangun dan mengembangkan kampung agropolitan sebagaimana potensi pertanian yang dimilikinya.

Hal itu dikatakan Ketua Tim Verifikasi Provinsi Jabar, Bondan, saat meninjau langsung ke lokasi kebun buah blimbing madu dan jambu biji merah milik warga Desa Waringinsari, di Dusun Sukanagara, Senin (12/03/2018).

“Apapun bentuk bidang kehidupan warga yang perlu ditingkatkan, bisa diwujudkan dalam program P2WKSS ini. Berhasil tidaknya, tentu tergantung dari itikad warga di lokasi itu sendiri untuk maju. Selama enam bulan ke depan, sesuai lama waktu penyelenggaraan kegiatan P2WKSS, hal itu baru dapat terlihat hasilnya,” kata Bondan.

Dia juga menjelaskan, program P2WKSS sebagai bentuk dukungan dari pemerintah guna mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM), serta mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera. Untuk itu, warga harus benar-benar memanfaatkannya, terutama oleh 100 warga binaan. Mereka harus mampu memajukannya melalui pemberdayaan dan pembinaan yang akan dilakukan oleh semua OPD yang ada.

Karena menurut Bondan, bagaimana pun untuk meningkatkan kualitas taraf hidup perempuan, perlu danya koordinasi perencanaan sampai dengan evaluasi. Pasalnya, perencanaan program peningkatan peran perempuan dinilai sangat penting, sebagaimana jumlahnya ada 49 persen. Jika tidak terlihat peran perempuan, jelas akan menghambat proses pembanguan.

Tujuan lain dari program P2WKSS adalah sebagai upaya menurunkan tingkat kemiskinan. Tentunya dengan berbagai potret kehidupan yang akan dibina dan dilatihnya. Baik pendidikannya, ekonomi, serta berbagai pembangunan fisik yang akan dikerjakan, seperti Rutilahu, MCK, jalan kip, pengaspalan jalan dan sebagainya.

Sementara itu, Plt. Walikota Banjar, H. Darmadji Prawirasetia, menegaskan, pada lokasi penyelenggaraan P2WKSS, tercapai peningkatan penataan lingkungan bersih dan sehat yang disinergitaskan dengan program Kotaku. Sehingga diharapkan Desa Waringinsari menjadi desa lebih maju dari berbagai aspek kehidupan.

“Pada semua OPD, perusahaan swasta dan Bank yang terlibat untuk mengubah peningkatan prilaku hidup bersih dan sehat, warga binaan P2WKSS melalui pelaksanaan pembinaan dan pelatihan, besar harapan kami semuanya bisa ikut mengisi program ini,” ucapnya.

Melalui program P2WKSS ini juga diharapkan dapat menekan kasus pelecehan terhadap anak dan perempuan. Begitu pun dalam hal penanganan kasus HIV/AIDS harus terus digalakan, tak terkecuali kasus narkoba. “okoknya kita minimalisirkan berbagai kasus itu melalui program P2WKSS,” tandas Darmadji.

Kepala Dinas Sosial P3A Kota Banjar, Asep Tatang Iskandar, menambahkan, dengan verifikasi data awal ini dapat terlihat perencanaan apa saja yang akan dikerjakan dalam upaya peningkatan kesejahteraan warga desanya.

“Seluruh OPD akan ikut turun menangani berbagai masalah yang ada, termasuk rencana yang ingin dikembangkan. Setelah enam bulan ke depan sesuai waktu penyelenggaraan program P2WKSS ini, dapat terlihat apakah ada perubahan atau tidak,” imbuh Tatang.

Jika dalam tahap selanjutnya dianggap berhasil oleh provinsi, maka tidak menutup kemungkinan nantinya bisa diangkat untuk mengikuti penilaian di tingkat nasional. (Nanks/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar