Ular Python Berukuran Besar Resahkan Warga Sinargalih Banjar

Ular phyton yang diduga keluar dari sarang akibat penebangan di Dusun Sindanggalih, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Foto: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Warga Dusun Sinargalih, Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, ahir-akhir ini diresahkan dengan munculnya seekor ular dengan ukuran besar. Pasalnya, ular jenis sanca kembang atau python sebesar paha orang dewasa dengan panjang kurang lebih 6 meter itu keluar dari habitatnya dan masuk ke pemukiman warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran HR di lapangan, munculnya ular tersebut diduga pasca adanya penebangan pohon di perkebunan karet milik PTPN Batulawang yang ada di wilayah Dusun Sindanggalih.

Joni, pemuda setempat, menjelaskan, kabar kemunculan ular python besar yang disaksikan oleh mandor sadap getah karet di perkebunan langsung beredar cepat ke warga sekitar. Bahkan, menurut pawang ular yang sengaja dipanggil warga, bahwa ular dengan ukuran besar itu benar-benar ada di areal perkebunan, meskipun belum ditemukan.

“Kemarin waktu Minggu (25/03/2018), saya bersama warga lain langsung menyusuri semua areal perkebunan karet yang diduga menjadi tempat persembunyian ular tersebut. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil. Hanya saja menurut pawang ular, keberadaan ular besar memang ada dengan bukti adanya jejak ular di kebun karet,” terangnya, saat ditemu Koran HR di rumahnya, Senin (26/03/2018).

Lanjut Joni, kabar keberadaan ular sanca berukuran besar itu membuat warga sekitar resah. Meskipun hingga saat ini belum ada korban, baik peternakan warga maupun lainnya. Namun, bagi warga yang biasa beraktivitas di malam hari semakin was-was, terlebih jika ular tersebut masuk ke dalam rumah.

“Yang ditakutkan kalau ularnya masuk ke rumah warga atau memakan korban ternak milik warga. Maka dari itu, kita selalu waspada dengan adanya kabar ini,” kata Joni.

Di tempat yang sama, Wagiran, warga setempat, juga mengatakan hal serupa. Menurutnya, ular yang habitatnya di semak belukar dimungkinakan terganggu habitatnya akibat penebangan pohon karet yang kini sedang ditanami kembali dengan pohon albasia. 

Ia menyebutkan, ditemukannya ular di wilayah tersebut sudah terbilang biasa, namun dengan ukuran yang kecil, dan paling panjang yang ditangkap warga berukuran sekitar 1,8 meter. 

“Kalau ular kecil sudah biasa. Namun, adanya kabar ular dengan ukuran besar ini kita jadi was-was, takut terjadi apa-apa,” katanya.

Saat Koran HR berusaha menemui saksi mata yang menjumpai ular tersebut, kebetulan sedang tidak ada di rumah. Kendati demikian, ular sanca besar tersebut hingga saat ini masih menjadi misteri dan warga pun terus meningkatkan kewaspadaan. (Muhafid/Koran HR)

KOMENTAR ANDA