UPT Pendidikan Padaherang Pangandaran Gelar FLS2N

Salah satu perlombaan di FLS2N UPT Pendidikan Padaherang. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) secara serentak digelar di berbagi UPT Pendidikan yang ada di Pangandaran. Rencananya, 29 Maret 2018 mendatang puncak kegiatan FLS2N tingkat Kabupaten Pangandaran akan digelar.

Seperti yang diungkapkan Kepala UPT Pendidika Kecamatan Padaherang, Endang Mulyono, bahwa dalam FLS2N tersebut berbagai perlombaan diselenggarakan oleh masing-masing UPT Pendidikan. Adapun yang dilombakan, di antaranya lomba menyanyi solo, seni tari tradisional, melukis, pidato, cipta puisi, pantomim serta cerita bergambar.

“Kami sangat berharap Forum Konsultasi Guru yang ada di Kecamatan Padaherang dan juga kepada para siswa untuk bisa mengembangkan kegiatan tersebut secara terus-menerus. Tentunya ini tiada lain agar menghasilkan siswa yang berkualitas di bidangnya dan menjadi perwakilan ke tingkat yang lebih tinggi,” katanya kepada HR Online, Rabu (14/03/2018).

Ia menambahkan, berkat dukungan para guru dan siswa, ia sangat bangga karena antusias penyelanggaran FLS2N ini sangat disambut baik oleh para peserta maupun guru dari masing-masing sekolah.

Sementara itu, Ketua FLS2N, Adang, mengatakan, bahwa bibit unggul dari penyelenggaraan FLS2N di lingkungan UPT Pendidikan Padaherang sudah terbukti bisa mencapai ke tingkatan yang lebih tinggi. Adapun sekolah yang ikut FLS2N tersebut, sebanyak 43 sekolah yang mengirimkan siswa terbaiknya untuk berlomba dengan sekolah yang ada.

“Selain nanti ada yang masuk ke tingkat kabupaten dari Padaherang, saya harap perwakilan dari kita bisa tampil di tingkat provinsi ataupun tingkat nasional. Dan harapan ini sudah kita targetkan di tahun 2018 ini, mudah-mudahan terwujud,” katanya.

Pupuhu Seni Tradisional sekaligus guru kesenian dan kerajinan di salah satu SD Negeri di Padaherang, Endis, mengatakan, bahwa lomba kreatifitas ini dinilainya sangat positif. Sebab, secara langsung akan mendorong siswa lebih kreatif dan melestarikan kebudayaan lokal.

“Ini sangat bagus sekali, apalagi bila karya yang ditampilkan itu hasil sendiri. Tentunya akan jadi nilai tambah tersendiri,” singkatnya. (Ntang/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA