1.400 Warga Usia 17 Tahun di Banjar Belum Miliki e-KTP

Pemohon Kecewa, Proses Pembuatan KTP di Ciamis ‘Makan Waktu’
Ilustrasi. Foto: Ist/Net

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disducapil) Kota Banjar, gencar melakukan perekaman data e-KTP dengan cara jemput bola ke setiap desa/kelurahan. Hal itu dilakukan seiring dengan adanya 1.400 warga Kota Banjar berusia 17 tahun yang belum melakukan perekaman data e-KTP.

Meski demikian, masih saja ada ratusan lebih warga yang tidak punya kesadaran sendiri untuk mendatangi lokasi kegiatan perekaman tersebut. Padahal, jumlah sebanyak itu masuk dalam pemilih potensial dari sekitar 144.000 jiwa yang telah terdata pada Daftar Pemilih Sementara (DPS) Pilgub Jabar, dan Pilwalkot Banjar 2018.

Anggota Komisioner KPU Kota Banjar, Yani Subekti, mengatakan, pihak KPU sebelumnya menemukan sekitar ribuan warga Kota Banjar yang masuk dalam DPS Pilgub dan Pilwalkot Banjar 2018, belum memiliki e-KTP dan belum juga melakukan perekaman data.

“Jumlah itu tentu masuk dalam 144.000 jiwa pemilih yang masuk DPS Pilgub Jabar dan Pilwalkot Banjar 2018, yang kami dapatkan dari hasil pendataan atau coklit melalui Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sebelumnya,” terang Yani, di sela-sela kegiatan jejak rekam e-KTP yang dilakukan Disdukcapil Kota Banjar di Desa Langensari, Senin (02/04/2018).

Dia juga menjelaskan, pemilih sementara tersebut merupakan jumlah yang didata petugasnya, sebelum diproses sebagai pemilih tetap pada Pilkada 27 Juni 2018 mendatang. Untuk itu, pihaknya menghimbau bagi warga yang belum melakukan perekaman e-KTP agar memanfaatkan sistim jemput bola dari Disdukcapil ke setiap desa/kelurahan, atau langsung mendatangi kantor dinas terkait, yakni Disdukcapil.

“Bagaimana juga, sesuai ketentuan sudah jelas bila tanpa e-KTP tidak akan bisa memilih di Pilgub Jabar dan Pilwalkot Banjar. Kita ingin partisipasi pemilih meningkat. Jadi sekali lagi penting perekaman e-KTP ini,” tandas Yani.

Di tempat yang sama, Kasi. Pindah Datang dan Pendataan Penduduk Disdukcapil Kota Banjar, Iwan Kustiawan, mengaku, bahwa memang sejak pihaknya melakukan jejak rekam e-KTP secara jemput bola yang dimulai dari 16 Maret sampai 9 April mendatang, masih saja banyak warga kurang menyadari akan kebutuhan hal itu.

“Mereka masih enggan, entah apa alasannya, atau mungkin sedang di luar kota. Maka terpaksa sekiranya warga tersebut ada di rumah, dijemput oleh aparatur desanya untuk didata melakukan perekaman,” ujar Iwan.

Dia mengungkapkan, di Desa Langensari saja, dari data 404 jiwa yang belum memiliki e-KTP, hanya sekitar 150 orang saja yang datang ke lokasi perekaman. Dengan demikian, masih ada sekitar 250 warga di Desa Langensari yang belum memiliki e-KTP. Kondisi ini tak jauh beda dengan warga di desa/kelurahan lainnya.

Iwan mengakui, sejak dilakukan jemput bola jejak rekam data e-KTP, pihaknya belum bisa menyimpulkan, atau menghitung kembali berapa jumlah total warga yang masih belum melakukan perekaman e-KTP, dari data awal sebanyak 1.400 orang.

Yang jelas, kata Iwan, upaya ini dilakukan pihaknya tiada lain untuk mendukung dan mensukseskan perhelatan Pilkada 2018. Tak bosan-bosan Disdukcapil pun terus menghimbau kepada warga yang wajib memiliki KTP. Bagi usia 17 tahun ke atas dan belum melakukan perekaman agar segera melakukan perekaman.

“Himbauan ini akan kembali kami sampaikan ke desa/kelurahan. Bagi warga yang belum sempat manfaatkan jejak rekam ini supaya secepatnya melakukan perekaman dengan mendatangi langsung ke Kantor Capilduk. (Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar