2.500 Kader Posyandu di Ciamis “Curhat” kepada Cagub Jabar Sudrajat

Sebanyak 2.500 kader Posyandu di KAbupaten Ciamis, saat mengikuti seminar nasional yang dihadiri Cagub Jabar, Sudrajat, beserta istrinya. Photo: Heri Herdianto/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Guna meningkatkan sumber daya kader Posyandu melalui kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebanyak 2.500 kader Posyandu perwakilan dari seluruh Posyadu di Kabupaten Ciamis, mengikuti seminar nasional di Islamic Center Kabupaten Ciamis, Minggu (22/04/2018).

Acara tersebut dihadiri pula oleh Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 3, Sudrajat, berserta istrinya. Dalam kesempata itu, para kader Posyandu tampak antusias menyapaikan keluhannya, terkait kebijakan pemerintah terhadap kader Posyandu.

Seperti yang diungkapkan salah seorang kader dari Posyandu Tanjung 1, Desa Jatinagara, Yeyet, bahwa pihaknya menginginkan adanya kebijakan baru dari pemerintah terkait anggaran Posyandu. Karena, hal itu akan berdampak pada peningkatan sumber daya kader.

Kebijaakan baru itu mulai dari meningkatnya honor untuk kesejahteraan kader, adanya peningkatan anggaran revitalisasi Posyandu, sarana dan prasaran seperti bangunan Posyandu, adanya pelatihan kewirausahaan, serta jaminan kesehatan bagi kader.

“Mumpung ada calon gubernur, yang mana sangat perhatian terhadap Posyandu, makanya saatnya sekarang ini kami curhat kepadanya,” kata Yeyet.

Menanggapi hal itu, Sudrajat, berjanji siap merealisasikan semua keinginan para kader Posyandu, jika nanti dirinya terpilih menjadi Gubernur Jawa Barat, berpasangan dengan Ahmad Syaikhu.

Janji tersebut dituangkannya dalam kontrak politik yang berisi lima point. Yakni, Posyandu adalah garda terdepan dalam memperjuangkan kesehatan masyarakat Jawa Barat. Siap menperbaiki dan meningkatkan sarana dan prasarana Posyandu. Siap meningkatkan pelayanan Posyandu di Jawa Barat dengan cara meningkatkan anggaran revitalisasi Posyandu, jaminan kesehatan bagi para kader, serta penambahan sarana prasarana yang di butuhkan Posyandu.

Sudrajat juga mengatakan, terkait dengan honor untuk kesejahteraan kader Posyandu, dirinya siap memberikan honor atau insentif yang ideal. Seperti halnya Pemkot Bekasi yang dipimpin Ahmad Syaikhu, memberikan insentif kepada para kader Posyandu sebesar Rp.300.000 per bulan, atau setidaknya Rp.600.000 per tahun, disesuaikan dengan keuangan Pemprov Jabar.

Sedangkan, untuk anggarannya akan dicari sedimikan rupa, salah satunya melalui dinaikkannya target APBD Jawa Barat, untuk meningkatkan pelayanan. Selain itu, Sudrajat juga menginginkan kedepan Posyandu di Jawa Barat dilengkapi dokter keliling untuk memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama balita.

“Para kader Posyandu butuh jaminan hidup, terutama jaminan kesehatan, utamanya penyakit kritis. Insya Alloh, itu bisa dilaksanakan, yakni membantu jaminan kesehatan, bahkan kami juga ingin ada dokter keliling untuk pelayanan masyarakat,” ucap Sudrajat.

Sementara itu, Ketua Forum Masyarakat Peduli Posyandu (FMPP) Kabupaten Ciamis, Didi Sukardi, mengatakan, tujuan diadakannya seminar ini untuk mencari solusi dan upaya yang harus dilakukan pemerintah agar sumber daya kader Posyandu meningkat.

Menurutnya, jika Posyandu ingin berjaya, salah satu kunci utamanya adalah memperhatikan tolak ukur Posyandu, yaitu kader. Bila pasangan Cagub Jabar, Sudrajat-Syaikhu terpilih, Didi yakin hal itu bisa terealisasi karena sudah mempunyai komitmen.

“Di Jawa Barat ini ada sekitar 50 ribu Posyandu, dengan jumlah kader di tiap Posyandu ada 4 sampai 5 orang, sehingga ini yang harus kita pikirkan bersama. Sebab, mereka ini adalah tonggak paling penting dalam kemajuan Posyandu,” tandas Didi. (Heri/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA