21 Puskesmas di Ciamis Sudah Layani Rawat Inap

Ilustrasi Rawat Inap. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dari total 37 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), sebanyak 21 Puskesmas di wilayah Kabupaten Ciamis sudah menerapkan pelayanan rawat inap. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Ciamis mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis, H. Engkan Iskandar, drg.,MM., ketika ditemui Koran HR, Senin (09/04/2018), menuturkan, penerapan program layanan rawat inap di setiap Puskesmas dimulai sejak empat tahun terakhir.

“Sampai tahun ini (2018), total Puskesmas yang melayani rawat inap mencapai 21 Puskesmas. Tahun 2019 mendatang, Pemerintah Kabupaten Ciamis memiliki target, semua Puskesmas sudah menerapkan layanan rawat inap,” katanya.

Engkan menjelaskan, derajat kesehatan sebuah daerah, khususnya Kabupaten Ciamis, ditentukan oleh tiga hal. Pertama yaitu peningkatan mutu pelayanan, meliputi Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana serta sistem.

Kedua, kata Engkan, adanya peningkatan upaya preventif dan promotif. Artinya, pemerintah selalu mengupayakan agar masyarakat berdaya, paham terhadap masalah kesehatan dan mengetahui bagaimana mencegah terjadinya penyakit.

“Dan yang ketiga, suksesnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tiga hal inilah yang menjadikan derajat kesehatan suatu daerah mengalami peningkatan,” katanya.

Terkait mutu pelayanan, Engkan mengungkapkan, sejak empat tahun lalu Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, salah satunya meningkatkan status Puskesmas menjadi Puskesmas rawat inap.

“Kalau dilihat dari target peningkatan status yang awalnya hanya 10 Puskesmas, malahan kita sudah over target,” katanya.

Sedangkan soal SDM, Engkan menyebutkan, bidan desa dengan status pegawai tidak tetap (PTT) yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis sudah naik status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Tahun 2017 bidan desa masuk dalam daftar CPNS, dan tahun 2018 mereka sudah menerima SK PNS,” katanya.

Terkait pengelolaan keuangan, Engkan menambahkan, Puskesmas mengadopsi sistem tata kelola keuangan pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dengan kata lain, Puskesmas diberi kewenangan mengelola sendiri keuangan, termasuk penyediaan SDM pegawai BLUD.

Di tempat terpisah, Kepala Puskesmas Cimaragas, H. Teten, S.Kep.,MM., ketika ditemui Koran HR, Selasa (10/04/2018), menuturkan bahwa saat ini Puskemas menjadi ujung tombak program pelayanan kesehatan di masyarakat.

Teten menegaskan, Puskesmas dituntut menjadi lembaga layanan kesehatan yang berkualitas dan mandiri. Berkualitas dalam hal pelayanan kepada masyarakat dan mandiri dalam hal pengelolaan keuangan.

“Puskesmas menjadi tumpuan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, seperti halnya layanan kesehatan yang selama ini diterapkan di rumah sakit profesional,” katanya.

Untuk merealisasikan layanan berkualitas dan mandiri, kata Teten, Puskesmas Cimaragas yang kini menjadi tumpuan masyarakat perbatasan, Banjar, Ciamis dan Tasikmalaya, terus membangun jaringan dan jalinan kerjasama dengan berbagai pihak.

“Melalui sistem pengelolaan mandiri, kami tentunya harus berani bersaing dengan lembaga layanan kesehatan serupa. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan pihak ketiga, seperti dengan perusahaan swasta,” katanya.

Namun demikian, Teten mengaku dalam waktu dekat ini pihaknya ingin menambah fasilitas, sarana dan prasarana untuk menunjang layanan kesehatan. Yaitu, penambahan fasilitas ruangan rawat inap.

Alasannya, kata Teten, fasilitas ruangan rawat inap di Puskesmas Cimaragas sudah over kapasitas. Menurut dia, seringkali Puskesmas Cimaragas tidak mampu menampung jumlah pasien yang berobat rawat inap.

“Masih ada lahan kosong untuk penambahan sarana dan prasarana ruangan rawat inap. Mudah-mudahan tahun depan penambahan fasilitas, sarana dan prasarana ini bisa terealisasi,” katanya. (Deni/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA