“Agribusiness Way”, Strategi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Pertanian

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dosen senior Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Suharno, M.A.Dev, menuturkan bahwa konsep Agribusinees Way bisa dijadikan salah satu strategi untuk ketahanan pangan rumah tangga pertanian.

Konsep itu disampaikan Suharno pada kegiatan Seminar Nasional Pertanian jilid II yang diselenggarakan Fakultas Petanian (Faperta) Universitas Galuh (Unigal), Sabtu (24/03/2018) lalu, bertempat di Gedung Auditorium Unigal.

Suharno menegaskan Agribusiness Way merupakan jalan keluar bagi perbaikan status ketahanan pangan rumah tangga pertanian. Caranya melalui penciptaan nilai tambah di luar aktifitas menjual hasil pertanian.

Menurut Suharno, ketahanan rumah tangga pertanian juga dilakukan melalui penciptaan nilai, perubahan bentuk, tempat, waktu dan kepemilikan hasil pertanian. Selain itu, agen pendamping diperlukan juga untuk menjalin kemitraan yang saling menguntungkan.

“Pastikan kerjasama atau kemitraan yang dibangun menghadirkan insentif bagi para pihak yang terlibat pada penciptaan nilai tambah pada produk atau aktifitas pertanian tersebut,” katanya.

Suharno menjelaskan, fokus kebijakan dari konsep Agribusiness Way adalah untuk peningkatan pendapatan bukannya produksi. Menurut dia, kebijakan ini juga membebaskan rumah tangga dalam menentukan komoditi pertanian terbaik.

“Upaya proteksi dalam mengoreksi kegagalan pasar bisa terus dilakukan. Namun dengan pergantian instrumen yang lebih promotif, di dalamnya mengenai informasi pasar, fasilitasi fisik dan finansial, kepastian kontrak dan lain sebagainya,” katanya.

Suharno menambahkan, konsep Agribusiness Way merujuk pada Undang-undang Republik Indonesia (RI) No. 18 Tahun 2012, tentang pangan.

“Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya. Aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau. Serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Seminar, Zulfikar Noormansyah, ketika ditemui Koran HR, Sabtu (24, Zulfikar Noormansyah, ketika ditemui Koran HR, Sabtu (24/03/2018), menuturkan, kegiatan seminar dan call for paper hasil penelitian agribisnis tersebut sengaja digelar untuk mengetahui informasi dan konsep baru dalam menangani masalah kerawanan pangan.

Senada dengan itu, Dekan Faperta Unigal, Mochamad Ramdan, berharap hasil dari kegiatan seminar tersebut bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kerawanan pangan dan meningkatkan ketahanan pangan, khususnya di tingkat rumah tangga pertanian. (Deni/Koran HR)

KOMENTAR ANDA