(Artikel) Sekilas Tentang Internet

Ilustrasi. Foto: Istimewa/Net

Oleh: Refi Aditya Agustiawan*

Tulisan artikel dalam kemasan surat pembaca ini dikirim oleh pembaca Harapan Rakyat Online terkait beberapa berita tentang fenomena pengguna internet di Indonesia.

Zaman now, kebutuhan manusia akan internet sudah tidak bisa dihindari lagi, bahkan posisinya hampir bergeser menjadi kebutuhan primer. Apalagi bagi mahasiswa, internet sangat berfungsi untuk menggali berbagai informasi tentang materi mata kuliah, mengerjakan tugas, menambah wawasan atau pengetahuan.

Seorang mahasiswa pun dapat belajar dengan mandiri dan mengulangi materi pelajaran yang belum mereka mengerti secara keseluruhan yang disampaikan dosen saat di kelas. Jadi saat ini tidak ada alasan untuk tidak menuntut ilmu dan menjadi pribadi yang cerdas, karena berbagai disiplin ilmu telah tersedia di internet.

Penggunaan internet yang terus melambung membuat semua orang ketergantungan terhadap gadget. Diambil dari hasil survey di tahun 1998 pengguna internet masih 0,5 juta, terbukti peningkatan pada pemakaian gadget di tahun 2017 yang sudah mencapai hingga 143,26 juta. Sangat terbayangkan peningkatannya dari tahun ketahun.

Perangkat yang biasa dipakai untuk mengakses internet antara lain berupa smartphone, tablet, laptop, dan komputer. Sebesar 50,08% dari total penduduk di Indonesia memiliki perangkat smartphone/tablet, dan 44,16% di antaranya menggunakannya untuk mengakses internet.

Mengapa smartphone? Karena smartphone memiliki ukuran yang lebih kecil dan mudah dibawa ke mana-mana, sehingga dimana pun, kapan pun, dan sedang apa, kita dapat dengan mudah mengakses internet dan memperoleh informasi-informasi terbaru menggunakan perangkat ini.

Oleh karena itu, smartphone paling diminati masyarakat Indonesia dibandingkan perangkat-perangkat lainnya. Jadi tidak heran kalau banyak merek-merek smartphone ternama yang bersaing mengeluarkan smartphone model terbaru dengan menambahkan fitur-fitur layanan internet.

Seiring perkembangan teknologi yang semakin modern dan semakin canggih dan masuknya teknologi tersebut ke sasaran pasar, dan pemakaian pun sudah pasti semakin meningkat karena hal tersebut.

Berdasarkan jenis kelamin, komposisi pengguna internet di Indonesia adalah 51,43% laki-laki dan 48,57% perempuan. Adapun berdasarkan usia, sebanyak 16,68% pengguna berusia 13-18 tahun dan 49,52% berusia 19-34 tahun.

Sementara itu, persentase pengguna internet berusia 35-54 tahun mencapai 29,55%. Pengguna internet berusia 54 tahun ke atas mencapai 4,24%. Berdasarkan wilayah, lebih dari separuh atau 58,08 % pengguna internet di Indonesia pada tahun 2017 berada di Pulau Jawa.

Menjamurnya perusahaan rintisan digital atau startup pun sedikit banyak digerakkan oleh kelompok usia ini, baik mereka sebagai pendiri atau konsumen. Di posisi kedua, sebanyak 29,55% pengguna internet Indonesia berusia 35 hingga 54 tahun. Kelompok ini berada pada usia produktif dan mudah beradaptasi dengan perubahan. Remaja usia 13 hingga 18 tahun menempati posisi ketiga dengan porsi 16,68%.

Berdasarkan wilayah, lebih dari separuh atau 58,08% pengguna internet di Indonesia pada tahun 2017 berada di Pulau Jawa. Adapun sekitar 19% berada di Sumatera, 7,97% di Kalimantan, 5,63% berada di Bali dan Nusa Tenggara, 6,73% berada di Sulawesi, serta 2,49% di Maluku dan Papua. Sementara itu, sebanyak 49,49% berada di kawasan rural-urban dan 48,25% berada di kawasan rural.

Berdasarkan tingkat pendidikan, sebanyak 88% pengguna internet di Indonesia merupakan lulusan S2 atau S3, kemudian 79,23% merupakan lulusan sarjana atau diploma. Sedangkan pengguna internet yang merupakan lulusan SMA atau sederajat mencapai 70,54 %. Adapun pengguna internet lulusan SMP atau sederajat mencapai 48,53 % dan lulusan SD atau sederajat mencapai 25,10 %.

Jadi dapat kita ketahui dari data di atas, perkembangan internet di pulau Jawa banyak digunakan oleh para mahasiswa, karena mahasiswa itu sendiri memiliki mahasiswa terbanyak di pulau Jawa.

Dan tetapi dibalik semua manfaat internet bagi kehidupan kita, terdapat oknum-oknum yang menyalahgunakan teknologi internet untuk kepentingan sendiri tanpa memikirkan dampak yang terjadi terhadap orang di sekitarnya, misalnya kejahatan dengan membobol akun seseorang demi mendapatkan kepuasannya sendiri tetapi tidak memikirkan orang yang memilikinya.

Barangsiapa yang menguasai informasi, maka dialah yang menguasai dunia. Orang yang mampu mengoptimalkan penggunaan internet secara positif akan lebih mudah meraih keinginannya.

Kini, adalah masa dimana penyebaran informasi telah menjadi sesuatu yang dapat dilakukan dalam waktu singkat dan melewati jarak ribuan kilometer. Proses komunikasi menjadi jauh lebih mudah dan model komunikasi pun berkembang pesat. Pihak yang diuntungkan dengan perkembangan internet  ini adalah multi sektor, dari mulai dunia bisnis, pendidikan, bahkan hingga ranah politik. ***

Penulis adalah mahasiswa Universitas Teknik Yogyakarta

Jurusan Teknik Informatika,

asli kelahiran Kota Banjar