Bappeda Dukung Penelitian SBM-ITB di Pangandaran

Bappeda Pangandaran saat bersama para akademisi dari SBM-ITB yang akan melakukan penelitian di Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pangandaran dan para akademisi dari Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB (SBM-ITB) akan melakukan penelitian pengembangan potensi ekonomi lokal yang berdaya saing.

Dalam kegiatan Perjalanan Perilaku Wirausaha Wanita dalam Kota Pariwisata tersebut, ikon pariwisata pantai selatan Jawa Barat, yakni Pangandaran, merupakan Kawasan Strategis Provinsi (KSP) dan Kawasan Strategis Nasional (KSN).

Kepala Bidang Perekonomian, Penelitian dan Pengembangan SDM Bappeda Pangandaran, Maman, mengatakan, pihaknya sangat setuju dan menyambut baik serta mendukung langkah serta upaya yang dilakukan pelaku akademisi SBM-ITB di bawah kelompok keahlian pengambilan keputusan dan negosiasi strategis yang akan melakukan penelitian kegiatan Perjalanan Perilaku Wirausaha wanita dalam Kota Pariwisata.

“Ini sesuai dengan visi misi Bupati Pangandaran yang dituangkan ke dalam program Bappeda, yakni pengembangan potensi ekonomi lokal yang berdaya saing,” jelas Maman saat diwawancara HR, Selasa (27/3/2018) lalu.

Maman menambahkan, Pangandaran sebagai KSP dan KSN dijadikan sebagai ikon pariwisata pantai selatan di Jawa Barat halnya Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Pangandaran. Karena Pangandaran sudah dikenal di mana-mana, maka dipilih oleh para akademisi untuk penelitian tersebut.

“Dari segi daya dukung, potensi, infrastruktur, jalur wisata serta visi misi Pangandaran sinkron dan kewirausahaan yang mendukung pengembangan pariwisata, tentunya kami sangat setuju dan mendukung apa yang akan dikembangkan oleh ITB di Pangandaran melalui penelitian ini,” kata Maman.

Rencananya, lanjut Maman, ke depan penelitian yang dilakukan oleh SBM-ITB tersebut akan mencari potensi produk unggulan daerah yang akan menjadi ikon Pangandaran. Sebab, sampai saat ini produk unggulan khas Pangandaran belum dimiliki. Dengan adanya penelitian ini, Maman mengaku sangat terbantu sekali, terlebih lagi dalam rangka pengembangan sektor pariwisata.

“Mereka siap membantu semuanya dari sisi kajian, peningkatan sumber daya, juga promosi potensi produk lokal yang berdaya saing, seperti misalnya kerajinan dan juga makanan olahannya. Di kita sudah muncul sentra oleh-oleh pesisir khas Pangandaran, nanti kita sambungkan,” kata Maman lagi.

Maman berharap, wirausaha baru akan tumbuh lebih maju kembali dan mandiri serta berkelanjutan setelah adanya ikon produk unggulan khas Pangandaran.

“Saya berharap akan tumbuh wirausaha baru yang maju dan modern serta berkelanjutan. Selain itu, para pelaku produksi ikon unggulan khas Pangandaran juga akan dijadikan oleh-oleh khas Pangandaran,” pungkasnya. (Mad/Koran HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar