Diawasi Ketat, Pelaksanaan UNBK SMA/MA di Banjar Tak Boleh Dipotret

Pelaksanaan UNBK tingkat SMA/MA diperketat, sehingga awak media pun tidak diperkenankan mengambil gambar/memotret proses pelaksanaan UNBK dari dalam ruang kelas ujian. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA/MA di Kota Banjar, Jawa Barat,yang berlangsung sejak hari Senin-Kamis (09-12/04/2018), mendapat pengawasan ketat dari panitia pengawas ujian. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya kecurangan.

Seperti pantauan Koran HR di SMAN 1 dan SMAN 2 Kota Banjar, Senin (09/04/2018), terlihat tulisan larangan membawa alat komunikasi dan kamera bagi peserta maupun pengawas ujian.

Bahkan, awak media pun tidak diperkenankan mengambil gambar atau memotret proses pelaksanaan UNBK. Tulisan tersebut terpampang pada papan pengumuman yang dipasang di setiap ruang kelas ujian.

“Aturan ketat ini sebagai antisipasi kecurangan, atau dari kemungkinan kebocoran soal ujian. Makanya, termasuk awak media pun dilarang memotret proses pelaksanaan UNBK di dalam ruang kelas,” kata Kepala SMAN 1 Kota Banjar, Ahmad Sobana, saat ditemui Koran HR, Senin (09/04/2018).

Pada intinya, lanjut Ahmad Sobana, siapa pun yang kemungkinan bisa melihat soal ujian selalu diingatkan, bahwa memotret, kemudian menyebarluaskan di berbagai media itu melanggar ketentuan yang ada.

Larangan memfoto atau merekam soal UNBK, serta mempublikasikannya itu diterapkan sebagaimana ditekankan oleh Pusat Penerangan Pendidikan (Puspendik) 0408-04-201817:52 yang diterima pihaknya.

Menindaklanjuti ketentuan Ujian Nasional sebagaimana tercantum dalam POS UN Tahun 2018, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut; Peserta Ujian, Pengawas, Proktor, dan Teknisi dilarang untuk membawa dan/atau menggunakan alat komunikasi elektronik dan optik, kamera, dan sejenisnya ke dalam ruang ujian.

Dilarang mendokumentasikan materi atau soal UNBK (memfoto, merekam), serta mempublikasikannya melalui web atau media lainnya. Jika terdapat masalah soal yang tidak lengkap atau sejenisnya, Proktor harus melaporkan kasus soal tersebut ke dalam web UNBK menu Laporan Kasus Soal (tanpa harus memfoto soal tersebut).

Ahmad Sobana juga menjelaskan, pelaksanaan UNBK di SMAN 1 mulai dari perencanaan, sinkronisasi sampai pada hari pertama, tidak ada permasalahan atau hambatan apa pun. Baik komputer, akses jaringan internet, maupun jaringan listrik. Diharapkan kondisi ini berlangsung hingga UNBK berakhir.

“Peserta UNBK di SMAN 1 ini tercatat sebanyak 407 siswa, terbagi jurusan IPA 220 siswa, IPS 130 siswa dan Bahasa 57 siswa peserta. Pelaksanaan terbagi 3 sesi dengan 4 ruang kelas atau Lab. Masing-masing kelas terdiri dari 34 peserta, unit komputer. Jadi, fasilitas komputer sesuai jumlah peserta ujian, yaitu 136 unit komputer dan ditambah cadangan 10 persen,” jelas Ahmad Sobana.

Senada dikatakan Kepala SMAN 2 Kota Banjar, Barnas, bahwa larangan siswa peserta ujian membawa alat komunikasi dan kamera itu juga berlaku bagi awak media. Artinya, media yang hendak meliput tak boleh masuk ke dalam ruang ujian dan memotretnya.

“Ini bentuk evaluasi UNBK tahun sebelumnya dan teguran dari pusat, yang mana atas kekhawatiran bocornya soal ujian bagi siswa yang melaksanakan UN dengan sesi terpisah, ataupun nantinya bila ada ujian susulan,” terangnya.

Diakui Barnas, bahwa memang soal UNBK yang terbagi dalam setiap sesi di masing-masing itu sekolah berbeda. Namun, hal itu jelas bersifat rahasia dan tentunya guna menjaga kemungkinan kegaduhan dalam pelaksanaannnya. Intinya, semua aturan itu diterapkan agar pelaksanaan UNBK tingkat SMA/MA di Kota Banjar berjalan lancar.

Dia pun menyebutkan, total siswa yang mengikuti UNBK di sekolahnya ada sebanyak 294 siswa, terdiri dari laki-laki 107 orang dan perempuan 187 orang. Sedangkan, ruangan yang tersedia sebanyak 3 ruang kelas, masing-masing diisi 30 siswa peserta. Untuk pelaksanaannya dibagi menjadi 3 sesi, dengan jumlah komputer 110 unit, ditambah cadangan 10 persen dari pinjaman laptop milik guru.

“Hingga saat ini belum ada kendala yang dihadapi oleh para peserta UNBK. Peralatan UNBK dalam keadaan baik, akses internet berjalan lancar, dan jaringan listrik juga aman. Bahkan, untuk antisipasi terjadinya listrik padam, kami menyiapkan genset,” kata Barnas. (Nanks/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar