Dibangun Puskesmas Rawat Inap, Warga Cimaragas Ciamis Tak Lagi Berobat ke Luar Kota

Puskesmas Cimaragas, Kabupaten Ciamis. Foto: Deni Suipendi

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kepala Desa Beber, Kecamatan Cimaragas, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Abdul Holiq, mengakui, keberadaan Puskesmas rawat inap di wilayah Cimaragas sangat meringankan beban masyarakat.

“Masyarakat tidak usah jauh ke luar daerah, seperti ke Tasikmalaya, Banjar atau RSUD Ciamis, ketika ingin berobat atau menjalani rawat inap. Soalnya sekarang masyarakat bisa menjalani pengobatan atau rawat inap di Puskesmas,” katanya, Koran HR, Selasa (10/04/2018) lalu.

Abdul Holiq menegaskan, pihaknya sudah seringkali menyosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak sungkan datang ke Puskesmas ketika mengalami keluhan sakit.

Sementara itu, Sumartini, warga Desa Jayaraksa, Cimaragas, ketika ditemui Koran HR, Selasa (10/04/2018) lalu, mengaku tidak pernah lagi pergi berobat ke RSUD Ciamis, Banjar ataupun Tasikmalaya saat anggota keluarganya sakit.

“Sekarang, kalau ada yang sakit, cukup rawat inap di Puskesmas. Selain dekat, rawat inap disini jadi irit pengeluaran (ongkos),” katanya.

Sumartini berharap, fasilitas, sarana dan prasarana ruang rawat inap di Puskesmas Cimaragas ditambah. Alasannya menurut dia, pada saat jumlah pasien membludak, banyak pasien yang tidak kebagian kamar.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari total 37 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), sebanyak 21 Puskesmas di wilayah Kabupaten Ciamis sudah menerapkan pelayanan rawat inap. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Ciamis mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis, H. Engkan Iskandar, drg.,MM., ketika ditemui Koran HR, Senin (09/04/2018), menuturkan, penerapan program layanan rawat inap di setiap Puskesmas dimulai sejak empat tahun terakhir.

“Sampai tahun ini (2018), total Puskesmas yang melayani rawat inap mencapai 21 Puskesmas. Tahun 2019 mendatang, Pemerintah Kabupaten Ciamis memiliki target, semua Puskesmas sudah menerapkan layanan rawat inap,” katanya.

Engkan menjelaskan, derajat kesehatan sebuah daerah, khususnya Kabupaten Ciamis, ditentukan oleh tiga hal. Pertama yaitu peningkatan mutu pelayanan, meliputi Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana serta sistem.

Kedua, kata Engkan, adanya peningkatan upaya preventif dan promotif. Artinya, pemerintah selalu mengupayakan agar masyarakat berdaya, paham terhadap masalah kesehatan dan mengetahui bagaimana mencegah terjadinya penyakit.

“Dan yang ketiga, suksesnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Tiga hal inilah yang menjadikan derajat kesehatan suatu daerah mengalami peningkatan,” katanya.

Terkait mutu pelayanan, Engkan mengungkapkan, sejak empat tahun lalu Pemerintah Kabupaten Ciamis terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, salah satunya meningkatkan status Puskesmas menjadi Puskesmas rawat inap.

“Kalau dilihat dari target peningkatan status yang awalnya hanya 10 Puskesmas, malahan kita sudah over target,” katanya.

Sedangkan soal SDM, Engkan menyebutkan, bidan desa dengan status pegawai tidak tetap (PTT) yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Ciamis sudah naik status menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Tahun 2017 bidan desa masuk dalam daftar CPNS, dan tahun 2018 mereka sudah menerima SK PNS,” katanya. (Deni/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA

Komentar