Dinas Kelautan dan Perikanan Pangandaran Kembangkan Budidaya Lele Bioflok

Pengembangan budidaya ikan lele denganmenggunakan sistem bioflok yang berada di Pangandaran. Foto: Entang SR/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pangandaran saat ini mengembangkan budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok di seluruh kecamatan yang ada di Pangandaran. Berdasarakan catatan, sekitar 100 pembudidaya ikan lele dengan sistem tersebut langsung di bawah pembinaan Dinas Kelautan.

Wawan, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Pangandaran, mengatakan, sistem budidaya lele dengan bioflok tersebut merupakan cara sederhana budidaya lele namun keuntungan cukup besar. Hanya menggunakan lahan yang tidak terlalu luas halnya kolam, bioflok yang membutuhkan sekitar diameter 2 meter dan ketinggian 1 meter bisa menampung sekitar 2000 lele.

“Pembudidaya ikan yang kita berikan penyuluhan sampai saat ini terus kita pantau. Adapun yang mendapatkan bantuan dari pemerintah mesti mengikuti aturan dan prosedur yang ada, yakni mengajukan permohonan bantuan ke kami itu harus berbadan hukum,” jelasnya kepada Koran HR, Senin (02/04/2018).

Wawan menambahkan, dalam proses budidaya ikan lele dengan sistem bioflok tersebut membutuhkan waktu 3 sampai 4 bulan untuk bisa dipanen. Menurutnya, saat ini masyarakat Pangandaran sekitar 30 persen mengembangkan sistem tersebut.

“Sekarang di Pangandaran kebutuhan konsumsi lele mencapai 5 kwintal dan Alhamdulillah produksinya bisa lebih. Maka dari itu, sisanya dilempar ke luar Pangandaran,” imbuhnya.

Aep, salah seorang pembudidaya lele bioflok asal Paledah, mengatakan, bahwa permintaan pasar untuk ikan lele saat ini mengalami peningkatan, terutama ukuran 5/7 dan 9/12 yang mencapai puluhan ribu ekor.

“Ada juga permintaan benih lele dari Bogor yang mencapai 30 ribu ekor. Saya selain menernak lele, juga mengepul lele dari petani yang ada di Pangandaran serta memasok untuk wilayah Jawa Tengah dan Priangan Timur,” jelasnya.

Ilmu yang didapat dalam budidaya sistem bioflok tersebut, lanjut Aep, setelah mendapatkan pengarahan dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang dikirim dari Dinas Kelautan dan Perikanan Pangandaran.

“Alhamdulillah setelah mendapatkan pengetahuan baru soal ternak lele dari PPL, hasilnya memuaskan. Apalagi pengembangan untuk lele jenis lokal dan lele dumbo sangat bagus dengan sistem ini,” pungkasnya. (Ntang/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA