Dua Kapal Tak Bertuan di Pangandaran Diharapkan Bisa Jadi Wisata Edukasi

Kapal berbentuk kapsul berwarna orange berada di Pelabuhan Cikidang, Babakan, Kabupaten Pangandaran dengan kondisi tidak terawat. Photo: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dua kapal kapsul yang dulu di lepas oleh tentara Australia saat hendak menuju ke pulau Krismas, di mana salah satu kapal tersebut terdampar di perairan Pangandaran, Jawa Barat. Pada saat itu pula, aparat gabungan TNI, Polri dan pihak Pemerintah Kabupaten Pangandaran, mengamankan para penumpang kapal yang diduga imigran gelap asal Timur Tengah, kembali dideportasi melalui Kantor Imigrasi.

Kini, satu kapal berbentuk kapsul berwarna orange itu berada di Pelabuhan Cikidang, Babakan, Kabupaten Pangandaran dengan kondisi tidak terawat, karena tidak diketahui siapa pemilik kapal tersebut.

Yudi, salah seorang warga Babakan, menyayangkan melihat kondisi kapal yang dibiarkan terdampar seperti itu. Karena, kalau tidak dirawat lambat laun akan rusak. “Seandainya keberadaan kapal kapsul itu dirawat dan dimusiumkan, secara tidak langsung keberadaannya bisa menjadi salah satu tujuan wisata edukasi,” ujar Yudi, kepada HR Online, Sabtu (14/04/2018).

Senada disampaikan Maskun, warga lainnnya. Menurut dia, jika keberadaannya dirawat, maka para pelajar di Kabupaten Pangandaran ataupun dari luar Pangandaran bisa tahu, bahwa Pangandaran pernah kedatangan imigran gelap yang menggunakan perahu kapsul.

Hal ini merupakan salah satu catatan sejarah yang terjadi di Pangandaran. “Ya, saya rasa tidak ada salahnya jika dirawat, kemudian dijadikan wisata edukasi,” tandas Maskun.

Sementara itu, kapal lainnya yang saat ini ada di Pangandaran adalah kapal asing yang pernah digunakan para pencuri ikan di perairan Indonesia, dan berhasil diamankan oleh Pemerintah RI, kemudian dibom oleh Kementerian Kelautan RI di laut Pangandaran. Kini bangkai kapal tersebut berada di kawasan Pasir Putih Cagar Alam, Pantai Barat Pangandaran. Secara tidak langsung, keberadaannya merupakan salah satu edukasi bagi wisatawan yang berkunjung. (Ntang/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar