Duh! Mayoritas Hansip di Ciamis Berusia Lanjut, Satpol PP: Harus Ada Kaderisasi

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis tidak menyangkal mayoritas petugas pertahanan sipil (Hansip) atau kini disebut pelindung masyarakat (Linmas) yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis merupakan pria dengan usia lanjut.

Sekretaris Satpol PP Kabupaten Ciamis, Dedi Iwa Saputra, ketika ditemui Koran HR, Senin (02/04/2018), membenarkan hal itu. Menurut dia, diperlukan kaderisasi baru petugas Hansip/ Linmas yang ada di setiap desa.

Dedi menjelaskan, Satpol PP diamanati tugas sebagai pembina Hansip/ Linmas. Satpol PP sudah menyusun serangkaian program pembinaan bagi petugas Hansip/ Linmas, termasuk program kaderisasi Hansip/ Linmas.

“Kami mengikutsertakan sebagian anggota Hansip/ Linmas dalam program pelatihan yang nanti kita akan digelar sebagai upaya pembinaaan dan kaderisasi hansip muda,” ungkapnya.

Menurut Dedi, pada kegiatan program pembinaan nanti, setiap petugas Hansip/ Linmas akan dibekali pengetahuan tentang ketertiban dan keamanan, sekaligus mendapat pelatihan keterampilan dalam mengatasi bencana.

“Kami berharap masyarakat mengapresiasi peran dan kerja petugas Hansip/ Linmas. Apalagi kesejahteraan hanya mengandalkan honorarium dari pemerintah desa. Sebab dalam Permendagri No 84 tahun 2014 disebutkan bahwa Linmas adalah organisasi yang dibentuk oleh pemerintah desa yang beranggotakan warga,” katanya.

Amir Rasdin (76), petugas Hansip/ Linmas di Desa Kertahayu, ketika ditemui Koran HR, Senin (02/04/2018), mengaku masih bersedia menjadi petugas Hansip bila dibutuhkan. Baginya, menjadi Hansip bukan jadi tujuan pekerjaan, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada negara.

Senada dengan itu, Udin (68), petugas Hansip di Kelurahan Kertasari, ketika ditemui Koran HR, mengaku ingin mengabdi kepada negara dengan menjadi Hansip. Namun, dia berharap ada program kaderisasi agar generasi penerus merasa bangga dengan menjadi Hansip. (Heri/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA