Gaya Hijab Pocong Ini Lagi Tren di Malaysia, Hijabers Indonesia Berani Coba?

Gaya hijab pocong yang lagi tren dan viral di Malasyia. Photo: Net/Ist.

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),- Dalam setiap tahunnya, tren hijab selalu mengalami perubahan. Terlebih beberapa tahun belakangan ini, di mana hijab tampaknya sedang digandrungi masyarakat Indonesia. Hal ini tak lepas dari peran para desainer yang menciptakan berbagai model outfit hijab modis nan kekinian. Seperti gaya hijab pocong ini.

Beragam gaya hijab yang ada kian mempercantik tampilan para hijabers. Tapi, berbeda dengan model hijab karya desainer dari Malaysia, Azzim Aziz. Alih-alih menciptakan gaya hijab modis dan cantik, namun justru Azzim membuat tren hijab yang bikin penampilanmu menjadi horor.

Pasalnya, pria yang juga sebagai makeup artist ini menciptakan gaya hijab terbarunya itu Bawal Pocong. Ya, gaya hijab yang terinspirasi dari hantu pocong. Hijab ini memiliki ikatan di bagian atasnya menyerupai ikatan pada pocong.

Seperti dilansir brilio.net dari akun Facebook Azzim Aziz, Jum’at (13/04/2018), gaya hijab nyeleneh ini adalah koleksi hijab terbaru Azzim Aziz dalam menyambut hari Hari Raya Idul Fitri mendatang.

Walaupun nantinya akan memberi kesan horor pada penampilan, namun ternyata gaya hijab pocong ini jadi tren dan viral di Malaysia. Pada peluncuran koleksi terbarunya itu, Azzim juga memperkuat menampilan horor dengan riasan wajah yang sengaja dibuat misterius dan menyeramkan. Cara menggunakan gaya hijab ini cukup mudah, yakni cukup dengan memindahkan ikatan hijab ke bagian atas kepala.

Warna hijab putih polos dipadukan dengan baju warna putih polos membuat tampilan akan semakin mirip hantu pocong yang menyeramkan. Beberapa pilihan lain juga disediakan Azzim dalam koleksinya tersebut.

Nah, jika kamu ingin tampil seram tapi tetap cerah, bisa mencoba memakai hijab pocong warna ungu. Atau mau terlihat lebih feminin, kamu bisa pilih warna pink terang. Jadi gimana hijabers, berani mencoba gaya hijab unik ini? (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA