Kata Peneliti, Duduk Terlalu Lama Bisa Terkena Risiko Pikun

Duduk terlalu lama berisiko pikun. Photo: Ilustrasi/Net.

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),- Apa kamu termasuk orang yang sering menghabiskan waktu duduk berlama-lama di kursi? Kalau iya, mulai sekarang kamu harus hati-hati karena bisa terkena risiko pikun. Hal ini diungkap sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan oleh peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA).

Dilansir detikhealth, Minggu (15/04/2018), studi yang dipublikasikan tanggal 12 April lalu dalam jurnal PLOS One, berfokus pada efek pasif pada otak. Kebiasaan menetap atau diam dalam waktu lama, seperti duduk seharian di tempat kerja, itu terkait dengan perubahan salah satu bagian otak orang dewasa yang berhubungan dengan ingatan.

Secara spesifik, studi baru ini mengaitkan kebiasaan duduk dalam jangka waktu lama pada menipisnya lobus medial temporal, yakni area otak yang terlibat dalam pembentukan ingatan baru. Penipisan bisa jadi pendahulu dari penurunan kognitif serta demensia pada orang dewasa dan lansia.

Dalam penelitian tersebut, ada sekitar 35 orang berusia antara 45-75 tahun yang menjadi subyek. Para peneliti menanyakan kepada mereka seputar tingkatan aktivitas fisik, serta rata-rata lamanya menghabiskan waktu untuk duduk per hari pada minggu sebelumnya.

Dengan menggunakan mesin pemindai canggih, yaitu Magnetic Resonance Imaging (MRI), peneliti memindai otak para peserta agar lobus medial temporal mereka bisa dilihat secara detail. Dari hasil pindaian itu akan diidentifikasi hubungan antara ketebalan area tersebut, aktivitas fisik serta kebiasaan duduk mereka.

Hasilnya menunjukkan, duduk terlalu lama sangat dekat hubungannya dengan penipisan lobus medial temporal, tapi itu di luar tingkatan aktivitas mereka. Dalam penelitian ini, para peserta dilaporkan menghabiskan waktu antara 3-7 jam per hari untuk duduk.

“Namun, tidak serta merta duduk terlalu lama langsung menyebabkan penipisan, tetapi justru menemukan adanya hubungan antara duduk terlalu lama dan struktur penipisan,” kata peneliti.

Untuk ke depannya para peneliti berencana akan mensurvei orang-orang yang duduk dalam jangka waktu lama per harinya, guna memastikan apakah benar duduk bisa menyebabkan penipisan lobus otak.

“Dalam hal ini kami pun akan mengeksplor peran gender, berat badan, serta ras pada efek dalam kesehatan otak dengan waktu duduk,” imbuh peneliti.

Selain itu, para peneliti pun menyarankan supaya mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama agar kesehatan otak meningkat, apalagi bagi mereka yang berisiko tinggi terkena Alzheimer’s. Jadi, sesekali kamu harus istirahat dari duduk lamamu. (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA