Kedapatan Mencuri Tas, Seorang Pria di Ciamis Babak Belur Dihajar Massa

Pria berinisial Nang (24), warga Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, babak belur dihajar massa, usai kedapatan mencuri sebuah tas, di Desa Bantarsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Selasa (10/04/2018). Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-Seorang pria berinisial Nang (24), warga Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, babak belur dihajar massa, usai kedapatan mencuri sebuah tas, di Desa Bantarsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Selasa (10/04/2018).

Dari informasi yang dihimpun HR Online, pelaku dikabarkan tertangkap basah saat mencuri tas milik Amar (55), warga Dusun Cilisung RT 08/03 Desa Bantarsari, yang saat itu tengah disimpan di saung sawah. Aksi pelaku langsung diketahui oleh korban hingga sempat terjadi aksi kejar-kejaran pada Selasa (10/04/2018) petang.

“Saat saya tengah berada di sawah, tiba-tiba datang seseorang mampir ke saung sawah. Dari kejauhan, saya terus mengawasi gerak-geriknya, hingga akhirnya dia membawa lari tas milik saya. Saat itu saya langsung mengejarnya. Beruntung dia sempat terjatuh dan wajahnya terlihat jelas. Saya sebelumnya sudah mengenalinya,” kata Amar, kepada HR Online, Rabu (11/04/2018).

Setelah diketahui pelakunya, tambah Amar, dirinya berhenti mengejar pencuri tersebut.  Amar lebih memilih memberitahu warga lain untuk melakukan pencarian terhadap pelaku. “Setelah saya memberitahu teman saya, tak disangka ternyata datang puluhan pemuda. Awalnya saya berniat meminta bantuan ke beberapa teman saja. Tetapi, karena info ini menyebar dari mulut ke mulut, akhirnya puluhan pemuda ikut mendampingi saya mencari pelaku,” terangnya.

Ternyata, kata Amar, tak susah mencari pelaku. Saat didatangi ke rumah mertuanya, pelaku ada di sana. Untuk menyelesaikan masalah pencurian, kemudian pelaku digiring ke kantor Desa Bantarsari. “Pelaku memang aslinya warga Cidolog. Tetapi dia baru beberapa bulan kemarin menikah dengan orang sini. Dan dia tinggal di rumah mertuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Perangkat Desa Bantarsari, Agus Tiana, mengatakan, saat dilakukan intrograsi, palaku akhirnya mengakui perbuatannya. Namun, kata dia, ketika aparat desa menanyakan sudah berapa kali melakukan pencurian, pelaku mengaku bukan kali ini saja. “Karena mendengar pengakuan dari pelaku yang sudah beberapa kali mencuri di kampung ini, tampaknya menyulut amarah massa. Pelaku pun mendapat bogem dari beberapa warga. Namun, emosi massa bisa diredam setelah ditenangkan oleh petugas Babinmas dan Babinsa,” ujarnya.

Menurut Agus, tas milik Amar yang dicuri pelaku, berisi handphone dan uang tunai. Setelah pelaku mengakui perbuatannya, kata dia, langsung digelendang ke Mapolsek Pamarican. “Tadi malam pelaku sudah diserahkan ke Polsek Pamarican,” ujarnya.

Hingga berita ini diunggah, HR Online belum mendapat keterangan dari Polsek Pamarican. (Suherman/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA