Lomba Sistem Inovasi Pelayanan Publik, Puskesmas Padaherang Wakili Pangandaran

Puskesmas Padaherang. Foto: Istimewa/Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dalam rangka gerakan One Agency One Innovation, melalui Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) tahun 2018, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, mengadakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik secara nasional. Selain itu, termasuk pula pemberian penghargaan kepada instansi pemerintah yang punya inovasi terbaik berikut replikasinya.

Hal itu untuk menggerakkan upaya percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik di Indonesia. Penilaian dari 44 inovasi kabupaten/kota se-Jawa Barat, Kabupaten Pangandaran masuk nominasi 9 besar pada Kompetisi Inovasi tingkat Provinsi, dan akan dipresentasikan kepada tim penilai. Selain itu, juga akan melakukan peninjauan langsung ke lokasi Inovasi Unggulan Bugiza (Lumbung Gizi Balita) binaan Puskesmas Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

Bugiza merupakan inovasi unggulan Kabupaten Pangandaran yang akan ekspose di hadapan tim penilai, sesuai sistematika Permenpan RB Nomor 3 Tahun 2018 tentang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik di Lingkungan Kementerian/Lembaga, Pemda, BUMN dan BUMD.

Rencananya tim penilai dari Provinsi Jawa Barat akan melakukan penilaian langsung ke lokasi inovasi unggulan tersebut pada hari Kamis, 19 April 2018 nanti.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, Yani Achmad Marzuki, mengatakan dalam rapat koordinasi dengan seluruh Puskesmas yang ada di Pangandaran, bahwa instansi yang mempunyai inovasi dan penghargaan akan diikutsertakan dalam lomba sistem Inovasi pelayanan publik tingkat Provinsi Jawa Barat.

Di Kabupaten Pangandaran, kata ia, mempunyai dua inovasi pelayanan public, yakni Labkesda dengan sistem pelayanan mobile jemput bola, dan Lumbung Gizi Desa (Bugiza).

“Yang terpilih pada lomba Inovasi pelayanan publik dari Kab Pangandaran yakni Inovasi Bugiza dari Puskesmas Padaherang. Dengan penekanan gizi buruk dengan adanya inovasi layanan masyarakat lumbung gizi desa (Bugiza) ini, tentunya sangat mendukung penekanan gizi buruk di desa-desa. Sehingga, diharapkan Kabupaten Pangandaran terbebas dari Gizi buruk,” katanya.

Yani menambahkan, bahwa pihaknya sudah melayangkan surat edaran ke masing-masing Puskesmas untuk menerapkan program tersebut. Selain itu, ia juga meminta Puskesmas membuat komitmen untuk menerapkan inovasi tersebut guna menekan gizi buruk di Pangandaran.

“Kita membuat replika Bugiza di tiap Puskesmas, dan semua berkomitnen membuat inovasi pelayanan Lumbung Gizi Desa (Bugiza) di tiap desa. Kita harap dengan ini tidak ada lagi gizi buruk di Pangandaran,” pungkasnya. (Mad/Koran-HR)

KOMENTAR ANDA