Milad Hyaline Fishing Perdana, Pangandaran Berpotensi Kembangkan Wisata Mancing

Penanaman mangrove dalam Milad Hyaline Fishing perdana di Pangandaran. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Klub para pemancing di Pangandaran menggelar Milad Hyaline Fishing perdana dengan berbagai kegiatan dari Sabtu-Minggu, 21-22 April 2018. Selain rangkaian diskusi wisata mancing, mereka juga melakukan bakti sosial penanaman mangrove, penebaran benih ikan di muara, serta mini tournament casting di Muara Karangtirta Pangandaran.

Ketua Hyaline Fishing Pangandaran, Dodi Budiana, mengatakan, laut Pangandaran memiliki spesies ikan yang langka, yakni Black Bass. Ikan tersebut merupakan salah satu ikan favorit para pemancing atau angler. Selain itu, keberadaan ikan langka tersebut juga bisa menjadi bagian wisata yang menarik di Pangandaran.

“Ikan predator sungai dan muara yang sangat diburu angler seperti halnya Black Bass (BB), Mangrove Jack (MJ), Hampala, Tarpun, serta Marlin (Jangilus). Nah, ikan-ikan itu ternyata di Pangandaran ada dan ini sangat berpotensi sekali sebagai destinasi wisata,” kata Dodi kepada HR Online.

Dodi menjelaskan, dengan keberadaan ikan-ikan predator itu, Pangandaran yang memiliki ambisi untuk menjadikan wisata dunia sangat tepat sekali, terutama dari bidang ikan predator yang juga bisa menarik para pemancing dari lokal hingga nasional, bahkan internasional.

Meski hobi memancing berburu hewan langka, kata Dodi, namun ia berkomitmen untuk menjaga lingkungan biota laut, terutama BB yang telah ditangkap dilepas kembali ke habitatnya.

“Dengan adanya potensi ini, tentunya kita harus bersama-sama mendorongnya. Apalagi dengan adanya para angler, secara tidak langsung ikut mempromosikan wisata Pangandaran,” pungkasnya.

Sementara itu, Pembina Forcasi Indonesia, Ahmadi, mengatakan, bahwa wisata mancing di Indonesia masih belum berkembang dengan baik. Dengan kondisi itu, maka terobosan pengembangan wisata mancing sangat diperlukan, seperti di Thailand, Nepal, Malaysia, Amazon.

“Di Negara lain, wisata mancing sudah jadi komoditi penghasil PAD. Jika di Pangandaran ada ikan yang diburu para pemancing, dan juga terpelihara ekosistemnya, maka tidak menutup kemungkinan ini bisa menjadi daya tarik sendiri bagi para angler, apalagi ditambah adanya wisata Pangandaran, ini akan semakin lengkap dan lebih menarik,” ujarnya. (Mad/R6/HR-Online)

KOMENTAR ANDA