Motor Retro Klasik Ini Masih Menjadi Idaman

Moto Guzzi V7 II Stone. Photo: Net/Ist.

Berita Otomotif, (harapanrakyat.com),- Motor skutik tengah meramaikan pasar otomotif Indonesia, terutama skutik gambot dan motor-motor sport. Tapi, masih banyak pula pengendara roda dua yang memilih membeli motor retro klasik.

Hingga saat ini, sejumlah produsen otomotif dunia masih terus berinovasi untuk menghadirkan motor retro terbaru, seperti Triumph, Kawasaki, Royal Enfield, Yamaha dan Moto Guzzi.

Motor retro memang punya ciri khas tersendiri, yakni bentuk lampu yang bulat, desain tangki bensin teardrop shape, serta memiliki posisi berkendara yang santai. Sekilas tampilannya tampak seperti motor-motor jadul.

Seperti halnya Yamaha SR400, motor retro klasik ini paling legendaris dari pabrikan berlogo garputala yang diproduksi sejak 1978, dan masih bertahan hingga sekarang. Di tahun 2014 lalu, Yamaha masih meluncurkan model tersebut dengan menyematkan beberapa teknologi modern, seperti sistem bahan bakar injeksi serta rem cakram depan.

Yamaha SR 400 menggunakan transmisi lima kecepatan manual dengan kabel kopling yang tersembunyi, sehingga terlihat rapi. Kemudian, bagian kaki-kaki motor retro ini juga menggunakan garpu standar, serta sepasang suspensi belakang dengan ukuran 5,9 inci dan 4,1 inci.

Moto Guzzi V7 II

Berbicara pabrikan motor asal Italia, tentu akan tertuju pada Vespa dan Ducati. Padahal, Negeri Pizza itu masih punya Moto Guzzi yang juga memiliki beberapa model retro klasik, dan yang paling terkenal adalah V7 II. Model ini dipersenjatai mesin berkapasitas 744 cc 2 katup dengan daya sebesar 46,9 Tk pada 6.250 rpm, dan torsi maksimum sebesar 59 Nm pada 3.000 rpm. Moto Guzzi V7 II Stone ini dibanderol seharga Rp.357 juta, sedangkan II Racer dibandrol harga Rp.419,9 juta.

Triumph Boneville T120

Triumph punya beberapa motor retro klasik, salah satunya Triumph Boneville T120. Jika dilihat desainnya, jelas motor ini sangat menonjolkan kesan jadul. Namun, berbeda bila berbicara dapur pacu, sebab motor yang satu ini termasuk moge yang dibekali mesin berkapasitas 1.200 cc, dengan suara knalpot yang dihasilkan dari mesin sebesar itu sangat khas dan berkarakter. Pabrikan asal Inggris ini setidaknya punya empat model klasik, yakni Street Twin, Bonneville T120, Thruxton R, serta Bonneville T120 Black.

Kawasaki W800

Hadir sebagai pencapaian keindahan dengan cita rasa sepeda motor vintage, desain awal Kawasaki W800 memang diambil dari Kawasaki W1, yakni motor klasik buatan Kawasaki yang diproduksi sejak tahun 1965 sampai 1974.

Dengan dibekali mesin SOHC 8 katup dua silinder, berpendingin udara yang berkapasitas 800 cc, maka sepeda motor ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 48 Tk pada 6.500 rpm. Kawasaki sengaja menanamkan kesan klasik yang sangat kental pada motor ini, dan itu bisa dilihat dari piranti rem belakang yang masih memakai sistem tromol, serta penggunaan aksen krom hampir disemua bagian W800. Meski kental dengan aura retro, namun W800 ini sudah injeksi.

Royal Enfield 650 Interceptor

Interceptor 650 adalah produk flagship dari Royal Enfield. Di tahun 2017 lalu, produsen sepeda motor asal Inggris itu melahirkan Interceptor untuk memasuki pertarungan sepeda motor retro klasik tahun 2018 ini.

Sebagai jantung penggeraknya, model tersebut dipersenjatai mesin dua silinder berkapasitas 650 cc, dan hal ini pertama dimiliki oleh Royal Enfield. Unit ini bisa menghembuskan daya hingga 46,9 Tk dengan torsi 52 Nm.

Namun, nilai jual Royal Enfield 650 Interceptor bukan soal tenaga mesinnya, melainkan pada karakter Royal Enfield yang terkesan smooth dan rider friendly. (Eva/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA