Napi Lapas Ciamis Banyak yang Belum Tahu Figur Paslon Bupati dan Paslon Gubernur

KPU Kabupaten Ciamis saat melakukan sosialisasi pelaksanaan Pilkada Serentak di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Ciamis dengan peserta narapidana atau warga Binaan, Rabu (04/04/2018). Foto: Dian Sholeh Wardiana/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Warga Binaan atau narapidana di Lapas kelas 2A Ciamis, tampaknya banyak belum mengetahui figur calon bupati-wakil bupati Ciamis dan calon gubernur-wakil gubernur Jabar yang akan berlaga di Pilkada Serentak Juni mendatang. Bahkan, mereka pun banyak yang belum mengetahui hari pelaksanaan pencoblosan.

Hal itu diketahui ketika HR Online melakukan wawancara dengan beberapa narapidana usai acara sosialisasi Pilkada Serentak yang digelar KPU Kabupaten Ciamis, di Aula Lapas Kelas 2A Ciamis, Rabu (04/04/2018). “Saya baru tahu figur calon bupati dan calon gubernur setelah tadi mengikuti acara sosialisasi KPU,” kata salah seorang Napi Lapas kelas 2A Ciamis, Ade Novi (30), kepada HR Online.

Ade berharap siapapun yang terpilih nanti bisa membawa perubahan untuk kesejahteraan rakyat. Dia pun berpesan kepada pasangan calon bupati maupun gubernur jangan terlalu mengumbar janji, tetapi harus memberikan bukti untuk kesejahteraan dan kemajuan daerah. “Intinya jangan mengecewakan rakyat kalau nanti sudah diberi amanah,” imbuhnya.

Hal senada dikatakan Suci (22), narapidana lainnya yang juga warga Kecamatan Banjarsari. Dia mengaku baru tahu figur pasangan calon bupati dan pasangan calon gubernur yang akan berlaga di Pilkada Serentak. “Tapi setelah mendapat sosialisasi dari KPU, sudah sedikit tergambarkan nanti pada saat pencoblosan saya akan memilih paslon mana. Insyaallah saya sudah ada pilihan dan tidak akan golput,”ujarnya.

Suci berharap, siapapun nanti bupati atau gubernur yang terpilih, bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya, terutama harus mampu menciptakan lapangan kerja baru. “Saya belum paham betul terkait visi dan misi masing-masing pasangan calon. Tapi saya berharap siapa yang terpilih nanti bisa menciptakan lapangan kerja baru. Hal itu agar kami setelah nanti selesai menjalani hukuman bisa mudah mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

Susi pun meminta jaminan kepada pemerintah agar para eks narapidana yang selesai menjalani hukuman agar tidak dikucilkan di masyarakat, terutama dalam mencari pekerjaaan. “Harapan kami sebagai narapidana, pemerintah harus membantu kami untuk mendapatkan pekerjaan atau memberikan modal usaha ketika nanti kembali ke masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak baik Pilgub Jabar dan Pilbup Ciamis yang akan dihelat pada tanggal 27 Juni mendatang, KPU Kabupaten Ciamis terus melakukan sosialisasi. Salah satunya melakukan sosialisasi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ciamis pada warga Binaan, Rabu (04/04/2018).

Anggota KPU Kabupaten Ciamis, Ade Rukmana SH, dalam sosialisasinya, mengatakan, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada warga binaan mengenai perhelatan pesta demokrasi Pilgub dan Pilbup yang dua bulan lagi akan digelar. Menurutnya, warga binaan sebagai warga negara tentunya mempunyai hak untuk menggunakan hak pilihnya.

“Alhamdulillah, saya lihat warga binaan sangat begitu antusias dalam mengikuti sosialisasi ini. Bahkan mereka hadir semua ke ruangan Aula. Semoga saja semua warga binaan dengan kesadarannya menyalurkan hak pilihnya setelah diberikan pemahaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Ciamis, Gumilar Budirahayu, menuturkan, pihaknya sangat merespon positif acara sosialisasi yang diberikan KPU kepada warga binaan. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat pada  pelaksanaan Pilkada Serentak, khususnya warga binaan.

Menurut Gumilar, warga binaan Lapas II Ciamis, sebanyak 298 warga binaan. Untuk Pilkada Gubernur pemilih yang sudah terdaftar sebanyak 232 orang dan untuk Pilkada Ciamis sebanyak 110 warga binaan.

Data tersebut menurut Gumilar, belum final. Karena jumlah pasti belum bisa ditentukan saat ini. Karena jumlah warga binaan dalam setiap minggu atau bulannya terus berubah menyusul ada yang dipindahkan ke Lapas lain atau ada warga binaan baru yang masuk.

“Kami optimis warga binaan di sini tingkat partisipasi tinggi dan juga akan menyalurkan hak demokrasinya. Apalagi setelah diberikan pemahaman oleh KPU. Maka target kami 100 persen,” pungkasnya. (DSW/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar