Nenek di Ciamis yang Ikut Terbakar Dengan Rumahnya Akhirnya Meninggal Dunia

Rasih (70), warga Dusun Gunungsari RT 10/RW 12 Desa Cintanagara, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya setelah rumah panggung miliknya hangus dilalap si jago merah, Sabtu (20/04/2018), sekitar pukul 14.30 WIB. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-
Seorang nenek renta bernama Rasih (70), warga Dusun Gunungsari RT 10/RW 12 Desa Cintanagara, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang sebelumnya mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya setelah rumah panggung miliknya hangus dilalap si jago merah, Sabtu (20/04/2018) lalu, akhirnya meninggal dunia saat mendapat perawat medis di Rumah Sakit Dadi Keluarga Barebeg Kabupaten Ciamis, Senin (23/04/2018).

Kepala Desa Cintanagara, Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis,  Said Suryadi, saat dihubungi HR Online, Selasa (24/04/2018) membenarkan hal itu. “Iya betul Ibu Rasih meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Dadi Keluarga,”  ujar Said.

Sementara itu, salah seorang perawat Rumah Sakit Dadi Keluarga Baregbeg, Hendriana, mengatakan, pihaknya sudah maksimal melakukan penanganan terhadap Rasih yang mengalami luka bakar tersebut.

“Namun, luka bakarnya cukup parah. Selain itu ditambah usia Ibu Rasih yang sudah lanjut usia. Jadi, ketika mengalami luka bakar, ketahanan tubuhnya lemah dari faktor usia,” ungkapnya.

Sebelumnya, nenek Rasih dilaporkan mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya setelah rumah panggung miliknya hangus dilalap si jago merah, Sabtu (20/04/2018), sekitar pukul 14.30 WIB.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, peristiwa ini berawal ketika Nenek Rasih tengah menanak nasi dengan menggunakan pembakaran tangku di ruangan dapur rumahnya. Tanpa diduga tangku tersebut memercikan api hingga membakar dinding ruangan dapur yang terbuat dari kayu. Setelah ruangan dapur terbakar, kemudian merambat ke ruangan depan hingga akhirnya seluruh bangunan rumahnya ludes terbakar dan rata dengan tanah.

“Karena rumahnya panggung dan seluruh bangunannya terbuat dari kayu, membuat api dengan mudah cepat merambat. Sementara Ibu Rasih yang usianya sudah tua dan tinggal seorang diri di rumahnya, tidak berdaya ketika api membakar rumahnya. Akibatnya, dia ikut terbakar dan tertimpa rerentuhan atap bangunan yang hangus dilalap api,” ujar Anggota Tagana Kabupaten Ciamis, Encu Syamsudin, kepada HR Online, Sabtu (19/04/2018).

Beruntung, kata Encu, nenek Rasih akhirnya bisa diselamatkan setelah sejumlah warga melakukan pertolongan. “Sejumlah warga memberanikan diri dengan cara mendobrak puing-puing bangunan yang tengah terbakar. Alhamdulillah Ibu Rasih akhirnya bisa diselamatkan meski dia mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya,” ujarnya.
(Edji/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar