Pemerintah Himbau Masyarakat Waspada Penipuan Perekrutan CPNS di Pangandaran

Foto: Ilustrasi net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Dibutuhkannya Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pangandaran untuk menunjang berjalannya roda pemerintahan, tahun ini dikabarkan akan dilaksanakan perekrutan ratusan CPNS untuk wilayah Kabupaten Pangandaran.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pangandaran, Muklis, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pangandaran sangat membutuhkan sekali penambahan ASN seiring berkurangnya para abdi negara tersebut karena pensiun. Maka dari itu, perekrutan ASN oleh pemerintah di tahun ini merupakan langkah yang sangat tepat.

Untuk itu, kata Muklis, ia menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada dengan adanya penipuan dengan modus bisa lolos tes CPNS oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Peluang ini sudah barang tentu kerap dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab karena animo masyarakat untuk bisa menjadi abdi negara cukup tinggi. Maka dari itu kami himbau masyarakat jangan sampai tertipu dengan iming-iming bisa jadi ASN dengan jalan pintas. Baiknya langsung tanyakan ke kami, BKD,” tegasnya.

Ditemui terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Pangandaran, Mahmud, menjelaskan, bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan seleksi CPNS, akan tetapi yang memiliki kewenangan ini adalan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) melalui BKD.

“Pemda hanya sebatas pemberkasan saja, kewenangan sepenuhnya lolos atau tidaknya itu di Kementrian. Kami berharap rekrutmen CPNS di Pangandaran nanti bisa berlangsung sesuai aturan. Jika ada yang melanggar, tentunya akan ditindak tegas sebagaimana aturan yang ada,” tegasnya.

Untuk mengantipasi adanya kecurangan dalam proses rekrutmen CPNS, lanjut Mahmud, Pemkab Pangandaran akan bekerjasama dengan Kepolisian serta lembaga lain guna memastikan proses perekrutan berjalan sesuai dengan aturan.

“Kami himbau kepada masyarakat untuk jangan mudah percaya terhadap oknum yang bisa meloloskan CPNS, apalagi terbujuk untuk mengeluarkan uang sebagai jaminan agar bisa lolos CPNS. Padahal, seleksi CPNS sendiri dilakukan secara terbuka untuk umum. Sekali lagi, kami harap masyarakat waspada,” pungkasnya. (Ntang/Koran HR)

KOMENTAR ANDA