(Pilgub Jabar) Bupati Pangandaran Diminta Klarifikasi oleh Panwaslu

Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, saat memenuhi udangan Panwaslu Kabupaten Pangandaran. Photo: Aceng/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata, datang ke Kantor Sekretariat Panwaslu Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (02/04/2018), untuk mengklarifikasi terkait adanya dugaan pelanggaran Pemilu yang dilakukannya saat acara silaturahmi dengan keluarga besar Majelis Ulama Indonesia (MUI), di Kecamatan Cimerak beberapa waktu lalu.

Menurut Jeje, kedatangnnya itu untuk memenuhi undangan Panwalu. Karena, sebagai warga negara yang taat hukum, maupun kapasitasnya sebagai pejabat negara, ia merasa harus hadir memenuhi undangan tersebut.

“Ini sebuah pembelajaran politik yang baik bagi kita semua. Walau jabatan saya sebagai bupati atau kepala daerah, tapi tetap harus patuh pada aturan dan Undang Undang yang berlaku. Dan, kedatangan saya ke Panwaslu saat ini untuk memberikan keterangan kepada Panwas, sesuai dengan apa yang terjadi saat itu,” terangnya.

Jeje juga menegaskan, adanya indikasi pelanggaran atau tidak, hal itu sepenuhnya kewenangan yang berhak menentukan, dalam hal ini Panwaslu. Pada intinya, dirinya sudah memberikan klarifikasi di hadapan Gakumdu.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Pangandaran, Iwan Yudiawan, membenarkan, bahwa memang kedatangan bupati ke kantornya itu untuk memenuhi undangan, terkait adanya indikasi pelanggaran Pemilu yang dilakukan bupati sebagai pejabat kepala daerah.

“Untuk sementara sampai saat ini kami belum bisa memastikan, apakah itu merupakan pelanggaran atau bukan. Karena ini harus melalui rapat dengan Gakumdu,” kata Iwan.

Selain bupati, pihaknya juga mengundang Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, H. Otong, untuk dimintai klarifikasinya terkait masalah yang sama. Karena, kepentingan Panwas untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin dari seluruh elemen yang ada. (Cenk/R3/HR-Online)

KOMENTAR ANDA