(Pilgub Jabar) Survei LSI: Salip Pasangan RINDU, Elektabilitas Dua DM Tertinggi

Empat pasangan calon gubernur- wakil gubernur Jabar. Foto: Ist/Net

Berita Jabar, (harapanrakyat.com),- Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny Ja) merilis hasil survei terbaru terkait peta kekuatan calon gubernur-wakil gubernur jelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat pada Juni 2018 mendatang. Hasilnya, pasangan Deddy Mizwar –Dedi Mulyadi (Dua DM) memiliki elektabilitas tertinggi dengan 43,2%.

Hasil survei ini tentunya menunjukan adanya perubahan peta poliik. Sebelumnya pada berbagai hasil survei pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (RINDU) selalu memimpin elektabilitas. Pada hasil survei ini, pasangan RINDU menurun ke posisi kedua dengan 39,3%. Sementara pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) meraih 8,2 persen dan Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) sebesar 4,1 persen.

Meski elektabilitas pasangan Rindu menurun, namun pada simulasi elektabiltas personal, Ridwan Kamil (RK) masih tertinggi dengan 40,8%. Sementara Deddy Mizwar berada di posisi kedua dengan 38,9%.

Survei yang digelar LSI ini dilakukan pada 21-29 Maret 2018 dengan menggunakan metode standard: multi stage random sampling, dimana seluruh pemilih Jawa Barat dipilih secara random. Jumlah responden sebanyak 440, dengan margin of error sebesar 4.8%.

Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI/Denny JA, Toto Izul Fatah, mengatakan, terjadinnya perubahan peta kekuatan pasangan calon di Pilgub Jabar, salah satunya karena ada faktor peranan calon wakil gubernur yang bisa menyumbang kenaikan dan penurunan elektabilitas.

Toto mencontohkan, pasangan Dua DM, Dedi Mulyadi (Demul) sebagai calon wakil, elektabilitasnya memberikan sumbangan kepada Deddy Mizwar (Demiz), sehingga pasangan ini mampu menyalip elektabilitas pasangan RINDU.

“Demiz yang elektabiltas personalnya 38,9%, kalah tipis dari RK yang 40,8%, bisa terdongkrak menjadi 43,2%, setelah dipasangkan dengan Dedi Mulyadi. Dalam simulasi empat calon wakil gubernur, Dedi Mulyadi mengungguli jauh tiga calon lainnya dengan 38,0%. Hal ini yang menjadi faktor bisa terdongkraknya pasangan Dua DM. Sementara elektabilitas Uu Ruzhanul Ulum 16,8%, Syaikhu 18,9% dan Anton Charliyan 3,6%,”ujar Toto dalam pres rilisnya yang dikirim ke redaksi HR Online, Senin (16/04/2018).

Namun, terjadi sebaliknya pada pasangan RINDU. Menurut Toto, meski RK unggul secara personal, tapi saat dipasangkan dengan UU, malah menurun. Hal itu karena elektabilitas UU sebagai calon wakilnya rendah.

“Meskipun ada faktor –faktor lain yang ikut menyumbang penurunan elektabilitas tersebut.  Yang jelas, apabila tidak ada pergerakan yang luar biasa dari pasangan RINDU, bukan mustahil akan menjadi sinyal lampu kuning yang bisa menyeretnya pelan-pelan dalam kekalahan. Apalagi jika merujuk pada trendnya yang terus menurun. Tak mudah bagi kandidat yang punya tren turun untuk rebound kembali,” paparnya.

Sebaliknya, kata Toto, apabila pasangan Dua DM berhasil meningkatkan pengenalan dan kesukaannya di masyarakat, bukan mustahil akan menjadi pemenangnya. Selain tren pasangan ini terus naik, juga karena Dedi Mulyadi masih punya potensi menaikkan tingkat pengenalannya. Karena tingkat pengenalan Dedi Mulyadi masih sekitar 55% an. Sementara tingkat kesukaannya cukup tinggi dengan 73,1%.

“Keunggulan lain dari Dedi Mulyadi, dia punya pemilih militan (strong supporter) yang cukup tinggi, yaitu di angka 26,6%. Angka itu unggul jika dibandingkan dengan Uu hanya 12,5%, Syaikhu 4,3% dan Anton 1,8%. Biasanya pemilih militan ini masuk kategori pemilih yang tak pernah berubah sampai pemilihan hari-H,” ujarnya.

Sementara Dedi Mizwar sudah mentok pada tingkat pengenalannya, yaitu 94,8%. Meskipun tingkat kesukaannya juga cukup tinggi dengan 81,8%. Begitupun tingkat kesukaan RK dengan 82% dari 77,0% yang mengenalnya.

Toto menjelaskan, pasangan lainnya, seperti Sudrajat –Syaikhu (ASYIK), hampir sama dengan Dua DM. Elektabilitas  wakil, tambah dia, yaitu Syaikhu ikut menyumbang kenaikan elektabilitas saat dipasangkan dengan Sudrajat. Dalam simulasi personal, Sudrajat memiliki elektabilitas 4,2%. Namun saat dipasangkan dengan Syaikhu, naik menjadi 8,2%.

Pasangan keempat, Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan (HASANAH) dengan elektabilitas 4,1%, rupanya belum bisa saling menyumbang elektabilitas. Karena elektabilitas keduanya masing-masing masih sangat rendah. (Rilis/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar