(Pilkada Ciamis) Herdiat Akan Terapkan Pendidikan Madrasah dan “Kadeudeuh” untuk Guru Ngaji

Calon Bupati Ciamis, Herdiat, saat menghadiri acara Rajaban di lingkungan Desa Kawalimukti, Kecamatan Kawali, Senin (15/04/2018). Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Calon Bupati Ciamis, Herdiat, mengatakan, pendidikan agama perlu diperkenalkan mulai dari anak usia dini. Hal itu agar mereka kelak menjadi manusia berkualitas dan mampu menghadapi berbagai tantangan yang semakin berat di masa yang akan mendatang. Dan program tersebut akan diterapkan di Kabupaten Ciamis apabila dirinya terpilih menjadi bupati Ciamis pada perhelatan Pilkada Ciamis Juni mendatang.

“Dalam melakukan pembinaan keagamaan untuk anak usia dini, tentunya harus ada jemput bola dari pengurus madrasah di lingkungan masyarakat. Sebenarnya sasaran utamanya adalah anak SD, SMP dan SLTA. Hanya program ini perlu diperkenalkan dari anak usia dini. Hal itu agar nanti setelah mereka sekolah, sudah terbiasa mengikuti pendidikan agama di madrasah selepas mengikuti pendidikan formal di sekolah,” ujarnya, saat menghadiri acara Rajaban di lingkungan Desa Kawalimukti, Kecamatan Kawali, Senin (15/04/2018).

Menurut Herdiat, menggerakan madrasah untuk menjadi pusat pendidikan agama bagi anak-anak, sangatlah penting. Pasalnya, kata dia, jam pelajaran pendidikan agama di sekolah formal waktunya terbatas. “Jadi, pendidikan agama harus lebih difokuskan di lingkungan masyarakat, seperti di madrasah atau sekolah agama. Lembaga PAUD pun harus ikut dilibatkan dalam pendidikan agama kepada anak usia dini,”ungkapnya.

Selain menggulirkan program pendidikan agama di madrasah, lanjut Herdiat, dirinya pun akan memperhatikan kesejahteraan guru ngaji.”Program pendidikan agama kepada anak-anak usia dini dan anak sekolah serta memberikan kesejahteraan kepada para guru ngaji, merupakan salah satu program prioritas yang akan diterapkan oleh pasangan Herdiat-Yana D Putra apabila nanti diberi amanah oleh rakyat untuk memimpin Ciamis selama lima tahun mendatang,” ujarnya.

Herdiat menilai guru ngaji dan ajengan di Ciamis saat ini belum mendapat perhatian nyata dari pemerintah daerah. Hal itu berbeda dengan di kabupaten/kota lain yang sudah mendapat perhatian dari pemerintah daerahnya.

“Kalau melihat anggaran pada APBD Ciamis sebenarnya mampu memberikan perhatian kepada guru ngaji dan ajengan. Insyaallah, apabila kami terpilih dan mendapat amanah rakyat untuk memimpin Ciamis, para guru ngaji, ajengan akan mendapat “kadeudeuh” sebagai bentuk perhatian dari pemerintah daerah,” kata calon bupati Ciamis nomor urut 1 ini. (R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA