Saat di Ciamis, Mensos Ingatkan Pendamping PKH Bersikap Netral di Moment Pilkada dan Pilpres

Menteri Sosial Idrus Marham, saat hadir pada acara penyaluran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di halaman Pendopo Bupati Ciamis, Jawa Barar, Jumat (27/04/2108) sore. Foto: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-Menteri Sosial Idrus Marham, mengingatkan kepada para pendamping PKH agar bersikap netral dan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis, baik pada pelaksanaan Pilkada, Pemilu maupun Pilpres. Menurutnya, setiap pendamping PKH sudah menandatangani fakta integritas.Apabila ditemukan pendamping PKH melanggar fakfa integritas, salah satunya tidak netral dan berpolitik praktis, maka sanksinya bisa hingga dilakukan pemecatan.

Hal itu dikatakan Idrus saat hadir pada acara penyaluran bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) di halaman Pendopo Bupati Ciamis, Jawa Barar, Jumat (27/04/2108) sore.

“Namun, harus hati- hati juga, karena ada isu-isu yang dibuat orang bahwa seolah pendamping PKH tidak netral. Seperti kasus di Lamongan Jawa Timur, ada laporan bahwa pendamping PKH berpolitik praktis. Padahal, orang yang dimaksud ternyata bukan pendamping PKH, tapi penerima manfaat. Jadi harus ada tabayun sebelum menuduh,” katanya.

Idrus menegaskan pendamping PKH merupakan pejuang kemanusiaan yang harus dibantu dan dibela. Dengan begitu, kata dia, jangan sampai isu-isu tidak netralnya pendamping PKH tidak berdasarkan pada fakta yang ada.

“Karena tugas mereka berkecimpung di masyarakat, lantas difitnah melakukan kampanye. Mereka itu pejuang kemanusiaan yang selama tugasnya memang bergaul di masyarakat. Jadi, jangan sampai mereka difitnah dan dizolimi. Karena sejauh ini belum ditemukan fakta ada pendamping PKH terlibat politik praktis. Yang ada hanya isu saja,” tandasnya.

Idrus juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak merusak silaturahmi saat terjadi beda pilihan pasangan calon (Paslon) pada pelaksanaan Pilkada maupun Pilpres.

” Tahun 2018 dan 2019 adalah tahun Politik. Jangan sampai karena beda pilihan merusak hubungan silaturahmi sesama warga, baik dengan saudara maupun tetangga. Karena berbeda pilihan dalam Pemilu merupakan hal yang wajar. Namun jangan sampai menimbulkan perpecahan. Karena setelah Pemilu selesai dan sudah ada pemimpin yang terpilih, sebagai sesama manusia pasti saling membutuhkan,” ujarnya. (Her2/R2/HR-Online)

KOMENTAR ANDA

Komentar